Tim Putra Raih Medali Perunggu, PBSI Terus Berbenah
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Foto: PBSI
MerahPutih.com - Tim bulu tangkis putra meraih medali perunggu pada ajang SEA Games 2021. Mereka takluk 2-3 dari Thailand di babak semifinal, Selasa (17/5).
Tiga tunggal putra Indonesia, Chico Aura Dwi Wardoyo, Christian Adinata dan Bobby Setiabudi gagal menyumbang angka di laga ini. Sementara Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dari ganda putra sempurna mencetak poin.
Baca Juga
Kegagalan Indonesia meraih hasil maksimal di pertandingan bulu tangkis SEA Games 2021 nomor beregu putra turut menyita perhatian Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky. Rionny lantas memberikan evaluasi terkait performa atlet-atletnya.
"Tadi saya lihat untuk ganda putra sudah ok. Hanya sedikit saja evaluasinya yaitu tidak boleh terlalu rileks kalau sudah unggul. Ini bahaya kalau sampai tersusul jadi harus fokus dari awal sampai akhir,” buka Rionny dalam rilis PBSI di Jakarta, Rabu (18/5)
“Untuk tunggal putra, saya melihat tekanannya terlalu berat jadi mainnya tidak bisa maksimal. Serba ragu-ragu mau main apa, terlihat sekali di Chico dan Christian,” lanjut Rionny.
Tidak hanya itu, adik dari Richard Mainaky ini secara khusus mengevaluasi penampilan Bobby yang turun di laga penentuan. Ia melihat Bobby kesulitan saat lawan mulai memberikan tekanan.
“Untuk Bobby, tadi start sudah bagus tapi ketika lawan naik sedikit, tekanan berbalik. Nah itu rasa takutnya tidak hilang-hilang hingga akhir, jadi dia tidak bisa keluar dari tekanan,” sahut Rionny.
Baca Juga
Terkait hal ini, Rionny meminta para pebulu tangkis untuk terus belajar menyelesaikan masalah sendiri ketika berada di lapangan. Mereka harus bisa mencari solusi agar bisa bangkit kembali dari tekanan lawan.
“Tadi saya sudah briefing mereka, saya tekankan untuk terus belajar mengatasi masalah di lapangan. Dimulainya harus sejak dari latihan, bagaimana mencari solusi ketika tidak enak. Jadilah psikolog sendiri karena saat pertandingan hanya mereka yang bisa menyelesaikannya sendiri, kita yang di luar tidak bisa bantu banyak,” pesan Rionny.
“Ini masih ada nomor perorangan, saya ingin mereka coba lagi. Menerapkan apa ya g saya, pelatih, atau psikolog sampaikan. Harus lebih berani lagi, harus lebih semangat lagi. Saya mau lihat penampilan yang mati-matian,” imbuh Rionny.
Hal senada juga disampaikan oleh pelatih tunggal putra, Harry Hartono. Harry menyoroti kesiapan mental. Karena pada dasarnya mental menjadi kunci kemenangan dalam turnamen beregu.
“Di beregu ini memang dibutuhkan pikiran dan mental yang benar-benar siap. Secara peringkat memang tunggal pertama dan kedua kita masih di bawah mereka,” ungkap Harry.
“Ada peluang di tunggal ketiga bisa kita ambil. Tapi kembali lagi tidak mudah untuk tampil di partai penentuan. Dan saya melihat Bobby sangat tegang di pertandingan tadi, sebaliknya tunggal Thailand lebih siap. Padahal secara teknis Bobby masih di atas lawannya,” pungkasnya. (*/Bolaskor)
Baca Juga
Shin Tae-yong Berharap Timnas Indonesia U-23 Vs Thailand Tidak Berlanjut ke Adu Penalti
Bagikan
Berita Terkait
ASEAN Para Games 2025 Thailand Berakhir, Estafet Diberikan Pada Malaysia
Indonesia Mundur Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Junior 2026, BWF Cari Pengganti
Tim Bulu Tangkis Indonesia Bidik 2 Gelar Juara di Indonesia Masters 2026, Ganda Putra Punya Peluang Besar
Kapolri Naikkan Pangkat Anggota Polisi Peraih Medali SEA Games 2025 Thailand
Pasangan Ganda Putri Apri/Fadia dan Lanny/Tiwi Tidak Diteruskan, Komposisi Baru Dibuat
Bonus SEA Games 2025 Cair Tercepat Sepanjang Sejarah, NOC Indonesia: Ini Bukti Negara Hadir
Prabowo Lontarkan Gurauan ke Kapten TNI Rizki Juniansyah Usai Dapat Bonus Rp 1 Miliar
Berprestasi di SEA Games 2025, Atlet dari Unsur TNI Mendapat Kenaikan Pangkat, Rizki Juniansyah Jadi Kapten
Sakit, Gregoria Dapatkan Protected Ranking BWF
Indonesia Sukses Raih 91 Emas di SEA Games 2025, CdM Puji Dedikasi dan Semangat Juang para Atlet