PBNU Ingatkan Umat Tidak Gunakan Ayat Qur'an Untuk Menyerang

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 14 Oktober 2016
PBNU Ingatkan Umat Tidak Gunakan Ayat Qur'an Untuk Menyerang

Logo PBNU

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Rais Syuriah PBNU K.H. Ahmad Ishomuddin menilai menjelang Pilkada serentak 2017, kampanye hitam akan semakin banyak bermunculan. Selain itu, ada juga kampanye yang mengangkat citra dan pamor calon.

"Saat kampanye berlangsung kita justru melihat kenaikkan citra dan pamor si calon. Bahkan ada pula saling menyerang berupa black propaganda maka seorang calon akan menyerang kehormatan, melecehkan orang lain, menjelaskan kesalahan orang lain dengan tujuan agar orang lain jatuh, citranya buruk," ujar Ahmad saat ditemui di Media Gathering Bawaslu, di kawasan di Jakarta Pusat, Kamis (13/10).

Ahmad menegaskan seharusnya pasangan calon fokus pada program supaya Jakarta lebih maju.

"Hal ini juga menjadi tanggung jawab kita semua. Media itu salah satu pilar demokrasi. Media itu harusnya jangan bisa dibeli. Tidak boleh media menjadi alat untuk menjelekkan, memojokkan lawan politik. Netral sama sekali tidak mungkin. Tapi media harus berhati-hati untuk menyampaikan, jangan sampai menjadi tidak amannya Jakarta," jelasnya.

Jakarta yang merupakan ibukota, seharusnya menjadi contoh bagi daerah. Oleh sebab itu, tidak boleh ada kampanye yang menyeret SARA atau penghinaan terhadap salah satu kandidat.

"Hendaknya setiap ucapan dalam agama yang kita anut, akan membawa konsekuensi dunia dan akhirat. Sentimen identitas, jangan jadi bahan untuk menggagalkan pilkada di DKI. Adapaun persoalan memilih, wajar saja kalau ada calon orang jawa, kemudian dipilih orang jawa, itu wajar," tuturnya.

Lebih lanjut, terkait isu hangat penistaan Al-quran oleh Ahok, Ahmad mengingatkan bagi selurug umat Islam untuk tidak menggunakan ayat Qur'an guna menyerang.

"Saya mengingatkan agar umat Islam jangan menggunakan ayat Qur'an dan hadis nabi untuk menyerang. Menggunakan ayat Qur'an untuk mencari jabatan," tandasnya. (Abi)

  1. Ini Alasan Ahok Batal Audiensi dengan PP Muhammadiyah
  2. Anies Incar Pemilih Perempuan dalam Pilkada DKI Nanti
  3. Jadi Cagub DKI, Agus Yudhoyono Berguru Pada Ulama NU
  4. PBNU Dukung Agus Jadi Gubernur DKI Jakarta
  5. Semua Pasang Cagub-Cawagub DKI Belum Penuhi Syarat KPUD
#Pengurus PBNU #Pilkada DKI Jakarta 2017
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Muktamar Ke-35 NU memanas usai massa protes soal pencalonan Gus Yusuf Chudlori. Gus Yahya angkat bicara dan minta semua pihak tenang. Simak faktanya!
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Indonesia
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Muktamar Ke-35 NU Tambakberas Dimulai Besok! Cek Jadwal, Agenda, dan Isu Panas di Sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 Agustus 2026
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Indonesia
Strategi Cerdas Pakistan Mediasi Iran-Amerika Dapat Jempol dari PBNU
PBNU mendorong Indonesia untuk terus memposisikan diri sebagai sahabat bagi semua negara yang terlibat demi menjaga nilai-nilai kemanusiaan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 10 April 2026
Strategi Cerdas Pakistan Mediasi Iran-Amerika Dapat Jempol dari PBNU
Indonesia
Menag Nasaruddin Umar Minta Umat Islam Jangan Ribut Masalah Perbedaan Awal Puasa
Pemerintah menekankan bahwa keberagaman dalam memulai ibadah puasa merupakan hal lumrah yang sudah sering terjadi di Indonesia
Angga Yudha Pratama - Selasa, 17 Februari 2026
Menag Nasaruddin Umar Minta Umat Islam Jangan Ribut Masalah Perbedaan Awal Puasa
Indonesia
PBNU Tetapkan Awal Ramadan Kamis 19 Februari, Sama Seperti Pemerintah
Gus Yahya juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas yang bekerja di berbagai wilayah
Angga Yudha Pratama - Selasa, 17 Februari 2026
PBNU Tetapkan Awal Ramadan Kamis 19 Februari, Sama Seperti Pemerintah
Indonesia
Nadirsyah Hosen Nilai Struktur PBNU Rapuh, Serukan Penyederhanaan dan Kemandirian
Dinamika internal PBNU belakangan ini memperlihatkan kerapuhan struktur kepemimpinan jamiyah ketika garis komando tidak berjalan secara tegas. ?
Dwi Astarini - Selasa, 25 November 2025
Nadirsyah Hosen Nilai Struktur PBNU Rapuh, Serukan Penyederhanaan dan Kemandirian
Indonesia
PBNU Sebut Insiden Al-Khoziny Sidoarjo 'Puncak Gunung Es' Masalah Infrastruktur Pesantren
Yahya menekankan pentingnya persatuan umat dalam menghadapi berbagai musibah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 10 Oktober 2025
PBNU Sebut Insiden Al-Khoziny Sidoarjo 'Puncak Gunung Es' Masalah Infrastruktur Pesantren
Bagikan