Pascapenembakan Massal di Gereja, Selebritas Serukan Pengetatan Senjata

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 06 November 2017
Pascapenembakan Massal di Gereja, Selebritas Serukan Pengetatan Senjata

Ilustrasi. (Foto:pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AMERIKA Serikat kembali diguncang penembakan massal. Minggu (5/11) penembakan massal terjadi di sebuah gereja di Sutherland Spring, Texas. Associated Press melaporkan Setidaknya 26 orang, dari usia 5 hingga 72 tahun, tewas dalam insiden itu.

Presiden Donald Trump tengah berada di Jepang ketika penembakan terjadi.

"Semoga Tuhan menyertai masyarakat Sutherland Spring, Texas. FBI dan penegak hukum sudah berada di lokasi. Saya memantau situasi dari Jepang," ujar Trump dalam unggahan Twitter.

Sejumlah selebritas pun bereaksi mengecam penembakan brutal tersebut. Lady Gaga menyampaikan rasa simpatinya kepada keluarga korba, sekaligus mendoakan adanya pengetatan kontrol senjata.

"Doaku bersama warga #SanAntonio dan semua keluarga korban yang berduka kehilangan orang tercinta. Aku mendoakan #GunControl," ujar Gaga dalam cicitannya.

Penulis Stephen King juga memperrtanyakan berapa korban lagi yang harus jatuh hingga undang-undang pengetatan senjata diberlakukan.

Aktris Patricia Arquette menyebut ia tak peduli latar belakang penembak, satu-satunya cara menghentikan insiden penembakan ialah pengontrolan senjata.

Sejumlah selebritas lain yang juga menyuarakan hal yang sama, yaitu Mira Sorvino dan penyanyi Rossane Cash.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan