Merahputih.com - Kompetisi Xiangqi 2026 resmi bergulir di Hotel Borobudur, Jakarta, sebagai langkah nyata Pengurus Besar Persatuan Xiangqi Indonesia (PB PEXI) dalam menjaring bibit atlet catur gajah potensial.
Turnamen ini menjadi gebrakan perdana hanya berselang beberapa minggu setelah pelantikan pengurus pusat oleh KONI, sekaligus memanfaatkan momentum Ramadan untuk mempererat silaturahmi antarwilayah.

Ajang ini memfokuskan pembinaan pada kategori Kelompok Usia (KU) 13 tahun tingkat intermediate dan KU 19 tahun. Ratusan peserta dari wilayah Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat tampak memadati area kompetisi dengan antusiasme tinggi.
Baca juga:
Sinergi antara PEXI DKI Jakarta, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), dan Hotel Borobudur berhasil menciptakan atmosfer pertandingan yang kompetitif namun tetap hangat dalam balutan Ramadan Festive 2026.
Ketua Umum PB PEXI, Teddy Sugianto, menegaskan pentingnya konsistensi dalam menyelenggarakan turnamen di berbagai tingkat daerah untuk memperkuat fondasi olahraga ini.

"PEXI berharap semua daerah yang sudah memiliki kepengurusan segera aktif menyelenggarakan pertandingan dan kompetisi serupa. Langkah ini penting agar muncul atlet-atlet Xiangqi berbakat dari daerah yang siap berkompetisi hingga tingkat nasional dan internasional," ujar Teddy Sugianto.
Selain aspek kompetisi, turnamen ini juga membawa misi sosial dan budaya. Kehadiran para pengurus pusat, termasuk Sekjen PB PEXI Candra Jap, menambah bobot pentingnya acara ini sebagai pilar pengembangan komunitas Tionghoa dan olahraga nasional.
Baca juga:
Di Bawah Kepemimpinan Teddy Sugianto Catur Gajah Sabet Dua Trofi Juara Dunia
Ketua PEXI DKI Jakarta, Hartanto, menyebutkan bahwa olahraga "catur gajah" ini mengandung nilai-nilai moral yang relevan bagi generasi muda, terutama dalam konteks keberagaman Indonesia.
"Acara ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah silaturahmi bagi para pecinta Xiangqi lintas daerah. Di dalamnya tersirat pesan ajaran toleransi. Kemeriahan hari ini menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap olahraga otak ini tetap kuat dan terus berkembang," ungkap Hartanto.