Merahputih.com - Pemerintah Prancis memastikan pertandingan Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Barcelona tetap berlangsung sesuai jadwal di tengah kerusuhan yang melanda sejumlah kota.
Keputusan ini diambil ketika aparat keamanan masih berupaya memulihkan ketertiban setelah aksi protes berujung bentrokan, pembakaran, dan penjarahan.
Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu menegaskan bahwa pertandingan PSG vs Barcelona yang dijadwalkan berlangsung Rabu (21/10) WIB, tidak masuk dalam rencana pembatalan.
Baca juga:
Kerusuhan di Paris Prancis Bikin Gerai Ritail Rugi Ratusan Juta Euro
Menurut laporan Reuters, Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyatakan bahwa pemerintah belum berencana membatalkan pertandingan tersebut.
Meski demikian, situasi keamanan tetap menjadi perhatian setelah kerusuhan akhir pekan menimbulkan kerusakan di berbagai wilayah.
Keputusan mempertahankan jadwal pertandingan muncul ketika pemerintah menghadapi tekanan untuk menjelaskan kesiapan aparat dalam mengantisipasi kekerasan.
Presiden Emmanuel Macron telah memerintahkan evaluasi terhadap kemungkinan kegagalan intelijen dan penanganan keamanan.
Baca juga:
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Kerusuhan Prancis Dipicu Protes Biaya Hidup
Kerusuhan terjadi setelah demonstrasi nasional yang menyoroti kenaikan biaya hidup dan memburuknya layanan publik, termasuk kondisi sekolah.
Sebagian besar demonstrasi berlangsung damai. Namun, sejumlah kelompok kemudian terlibat bentrokan dengan polisi, membakar fasilitas umum, dan menjarah toko di Paris, Lyon, Marseille, Lille, serta sejumlah kota lainnya.
Laporan Reuters menyebutkan lebih dari 2.000 orang telah ditangkap setelah rangkaian kerusuhan tersebut. Ratusan personel kepolisian juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Baca juga:
Kerusuhan Demo Prancis Kian Membara, WNI Diimbau Ekstra Waspada!
Toko Resmi Marseille dan Lille Ikut Dijarah
Dampak kerusuhan juga dirasakan langsung oleh klub-klub sepak bola Prancis. Olympique de Marseille melaporkan toko resminya di La Canebiere mengalami penjarahan dan kerusakan parah.
Toko tersebut ditutup sementara untuk memungkinkan penanganan kerusakan. Marseille juga mengecam insiden tersebut dan menyampaikan dukungan kepada mitra ritel yang mengoperasikan gerai resmi klub.
Sementara itu, Lille turut melaporkan kerusakan dan penjarahan di toko resminya di pusat kota. Gerai tersebut ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.