Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Hari Ibu

Para Ayah, Bantu Ibu Lewati Baby Blues

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 22 Desember 2017
Para Ayah, Bantu Ibu Lewati Baby Blues

Ilustrasi. (Foto:pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SINDROM baby blues memang tidak berlangsung lama. Setidaknya, 50%-80% ibu mengalami baby blues di dua minggu pertama umur bayi.

Meskipun singkat, bukan berarti sindrom itu bisa diabaikan begitu saja. Ibu yang tengah mengalami baby blues butuh pertolongan dari lingkungan sekitar. Para ayah akan sangat membantu ibu untuk melewati masa sulit tersebut.

Saat mengalami baby blues, ibu butuh istirahat yang cukup. Membiarkan ibu ikut terlelap sambil menyusui bayi bisa memberi waktu istirahat yang cukup. Selain itu, agar baby blues cepat berlalu, ibu juga disarankan banyak berdoa, mengatur pola makan dengan diet sehat, berolahraga, dan melakukan relaksasi.

Selain itu, ibu juga perlu 'berdamai' dengan realitas. Tidak perlu membandingkan bayi sendiri dengan bayi lainnya. Jika ibu seorang perfeksionis, ada baiknya untuk lebih realistis dalam menetapkan standar perawatan bayi ataupun pengurusan rumah tangga. Hal itu akan membuat ibu lebih tenang dan tidak terlalu tertekan.

Untuk para ayah, peran dalam membantu ibu melewati masa baby blues amatlah penting. Berilah dukungan dalam bentuk ucapan positif, termasuk saat memberi komentar tentang bentuk tubuh atau situasi rumah.

Ayah juga bisa ikut ambil bagian dalam merawat si kecil sehingga ibu punya me time. Sesekali, berganti peran mengurus si kecil agar ibu bisa pergi ke salon atau melakukan hobi yang ia sukai.

Yang paling penting, ayah harus bersabar menghadapi perubahan mood ibu yang seperti roller coaster.

Jika kesehatan mental ibu terjaga, anak pun bisa tumbuh optimal.(*)

#Lapsus Hari Ibu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan