Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Imlek 2018

Jauhkan Nasib Buruk, Pantang Lakukan ini saat Imlek (2)

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 13 Februari 2018
Jauhkan Nasib Buruk, Pantang Lakukan ini saat Imlek (2)

Ilustrasi. (pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TAHUN baru bisa berarti banyak hal, lembaran baru, petualangan baru, kesempatan baru, juga peruntungan baru. Meskipun umumnya orang membuat resolusi di 31 Desember sebagai penanda akhir tahun Masehi, warga Tionghoa malah bersiap membuka lembaran baru saat Tahun Baru Imlek yang biasanya jatuh pada Februari.

Tahun baru bagi warga Tionghoa itu dikenal dengan sebuah festival musim semi yang biasanya berlangsung hingga hari kelima belas Tahun Baru Imlek.

Seperti halnya mitos untuk penggharapan keberuntungan di tahun yang baru, Imlek juga diwarnai pantangan untuk menghindari nasib buruk selama setahun mendatang.

1. Menyapu

Selain enggak boleh mencuci rambut dan baju, warga Tionghoa juga pantang menyapu rumah saat Tahun Baru Imlek. Dipercaya, kegiatan menyapu akan ikut 'membuang' kekayaan.

2. Anak yang menangis

Saat Tahun Baru Imlek, hal penting yang juga harus dijaga ialah anak yang bahagia. Pasalnya, anak kecil yang menangis dipercaya akan membawa nasib buruk pada keluarga tersebut.

3. Pencurian

Meskipun hal yang satu ini amat jarang atau tak mungkin terjadi, mengalami peristiwa pencurian tepat di hari Tahun Baru Imlek menandakan bahwa segala kekayaan akan dicuri jugua sepanjang tahun.

4. Utang

Disarankan, jangan pernah meminjam uang di saat Tahun Baru Imlek. Jika pernah berutang, warga Tionghoa diharuskan sudah membayarnya sebelum tahun yang baru tiba.

Namun, jika memiliki piutang, dipantang lo untuk menagihnya di hari Imlek. Menagih utang di saat Tahun Baru Imlek akan membawa kesialan bagi si penagih.

5. Penyimpanan beras yang kosong

Sebelum merayakan Tahun Baru Imlek, warga Tionghoa diingatkan untuk mengisi kotak beras ataupun kotak penyimpanan lainnya. Kotak beras yang kosong menjadi pertanda buruk.

6. Pakaian rusak dan berwarna monokrom

Saat merayakan Tahun Baru Imlek, warga Tionghoa diharapkan memakai pakaian yang bagus, tidak sobek ataupun rusak.

Selain itu, pakaian berwarna monokorom atau hitam putih amat tidak disarankan. Kendati bisa terlihat chic, kedua warna itu diasosiasikan dengan kesedihan atau kemalangan.

7. Rayakan Tahun Baru Imlek dengan benar

Meskipun banyak tradisi saat Imlek, warga Tionghoa diharuskan begadang menyambut tengah malam untuk menyambut tahun yang baru. Saat tengah malam, mereka akan menyalakan kembang api untuk mengusir monster tahun baru dan roh jahat Nian.

Selain itu, jika ingin memberi hadiah, beberapa hal tidak boleh diberikan, yaitu jam, gunting, dan buah pear. Semua benda itu punya makna buruk dalam budaya Tionghoa.(dwi)

Baca juga Jauhkan Nasib Buruk, Pantang Lakukan ini saat Imlek (1)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan