Pantai Plentong Indramayu Butuh Perhatian Serius Pemerintah

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 03 September 2021
Pantai Plentong Indramayu Butuh Perhatian Serius Pemerintah

Kondisi penahan ombak di Pantai Plentong Indramayu. (Foto: MP/Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kondisi Pantai Plentong di Kabupaten Indramayu kian memprihatinkan. Obyek wisata yang berada di Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra tersebut terus terkikis abrasi hingga rusaknya sebagian infrastruktur termasuk sarana wisata.

Kendati pihak pengelola terus berupaya melakukan pembenahan, akan tetapi kuatnya hantaman ombak akibat derasnya arus air dengan dorongan angin timur, menyebabkan sarana yang sudah dilakukan perbaikan hancur. Bahkan, alat penahan ombak (APO) yang dibuat beberapa bulan lalu dengan menelan dana ratusan juta rupiah, turut musnah dan hanya menyisakan puing-puing.

Ironisnya, proses kerusakan tersebut hanya berlangsung dalam hitungan puluhan hari, dengan puncak gelombang terjadi di bulan Juni 2021.

Baca Juga:

BPBD Banten Imbau Wisatawan Tidak Berenang di Pantai Selatan Lebak

Hingga saat ini, kerusakan mencapai sekitar 50 persen dari fisik pantai di areal objek wisata yang telah menghidupi masyarakat setempat. Keadaan tersebut sangan membutuhkan perhatian serius pemerintah guna menyelamatkan Pantai Plentong.

Ketua Pengelola Obyek Wisata Pantai Plentong Aco Arif, Jumat (3/9), mengatakan proses kerusakan yang terjadi di Pantai Plentong berlangsung begitu cepat. Hal itu disebabkan kencangnya angin timur yang menyebabkan tingginya gelombang hingga melampaui tanggul penahan gelombang dan menghancurkan APO yang baru saja selesai dibangun. Jika kondisi tersebut tidak segera tertanggulangi, maka kerusakan akan semakin meluas.

Pedagang dan pengelola wisata membersihkan sampah di Pantai Balongan Indah, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (3/8/2021). ANTARA/Dedhez Anggara/rwa.
Ilustrasi - Pedagang dan pengelola wisata membersihkan sampah di Pantai Balongan Indah, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (3/8/2021). ANTARA/Dedhez Anggara/rwa.

"Kami sudah berupaya dengan membangun APO, namun abrasi tidak bisa terbendung hingga merusak wahana air yang sebelumnya sudah dilakukan perbaikan," ujarnya.

Aco juga mengatakan, kerusakan infrastruktur obyek wisata menyebabkan turunnya jumlah pengunjung hingga 60 persen. Keadaan itu juga mengancam kesinambungan ekonomi warga setempat yang memiliki usaha warung di areal obyek wisata Pantai Plentong.

Baca Juga:

Irama Pantai Selatan Sajikan Teknologi VR 360 di Video Musik ‘Bintang Laut’

Aco berharap, pemerintah segera mengambil langkah serius guna menyelamatkan obyek wisata yang berslogan Ngenteni Mlentoge Srengenge (menunggu terbitnya matahari) itu.

"Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah serius guna menyelamatkan Pantai Plentong. Pantai Plentong menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi warga Desa Ujunggebang," ungkapnya. (Mauritz/Jawa Barat)

Baca Juga:

Nekat Masuk ke Pantai Selatan, Puluhan Wisatawan Diminta Pulang

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me
Bagikan