MerahPutih.com - Duel panas Persija Jakarta vs Persib Bandung pada pekan kedua Super League 2026/2027 mendapat kebijakan khusus. Suporter Persib Bandung diharapkan tidak hadir langsung ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, saat kedua tim bertemu, Sabtu (12/9).
Larangan tersebut menjadi salah satu persyaratan dari Polda Metro Jaya. Bahkan, pembelian tiket pertandingan juga direncanakan hanya diperuntukkan bagi warga Jakarta yang memiliki KTP DKI Jakarta.
Ketua Panpel Pertandingan Persija, Albinus Laurent, mengatakan pihaknya telah menerima arahan terkait kehadiran suporter tim tamu.
Ya suporter tim tamu diharapkan untuk tidak hadir dulu di laga Persija vs Persib tanggal 12 (September),
kata Albinus Laurent dikutip dari BolaSkor.
Baca juga:
Kemenangan atas PSM yang Berarti bagi Persib, Balsa Sekulic Singgung Laga Vs Persija
Tiket Persija Vs Persib Hanya untuk Pemegang KTP Jakarta
Panpel Persija berencana menyediakan sekitar 60.000 tiket untuk pertandingan yang mempertemukan dua rival besar sepak bola Indonesia tersebut.
Namun, tidak semua suporter dapat membeli tiket. Laurent menjelaskan pembelian tiket akan dibatasi khusus bagi warga yang memiliki KTP DKI Jakarta.
Rencananya kita akan lepas 60.000 tiket dan pembelian tiket harus seluruhnya dari warga Jakarta dan ber-KTP Jakarta,
ujar Laurent.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari rekomendasi kepolisian. Panpel Persija juga masih berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan berharap izin tertulis untuk menggelar pertandingan di Jakarta segera diterbitkan.
“(Peluangnya) 70-80 persen. Mudah-mudahan bisa tetap bermain di Jakarta,” tuturnya.
Pengecualian Aturan Suporter Away
Larangan suporter Persib hadir di SUGBK tidak bertentangan dengan kebijakan operator kompetisi, I.League yang sebelumnya membuka kembali akses bagi suporter tim tamu.
I.League memang memberikan kesempatan kepada suporter away untuk hadir dalam pertandingan. Namun, aturan tersebut memiliki pengecualian untuk laga dengan tingkat rivalitas tinggi.
Direktur I.League, Ferry Paulus, menjelaskan keputusan mengenai kehadiran suporter tamu pada pertandingan tertentu tetap berada di tangan kepolisian.
Baca juga:
STY Janjikan Persija Bermain Beringas Saat Hadapi Persib, Alarm Bahaya Buat Maung Bandung
Memang digarisbawahi, khusus untuk klub-klub yang memiliki rivalitas tinggi atau terdapat indikasi berdasarkan informasi intelijen, pertandingan tertentu dapat melarang kehadiran suporter away,
ujar Ferry Paulus.
Ia mencontohkan laga Persija melawan Persib serta Arema FC kontra Persebaya Surabaya sebagai pertandingan yang masuk kategori berisiko tinggi.
"Contohnya seperti Arema FC melawan Persebaya atau Persija melawan Persib. Untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi seperti itu, suporter away bisa di-lock atau tidak diperbolehkan hadir.”
"Bisa saja ada kebijakan lain yang melarang suporter away, tetapi indikator utamanya tetap berasal dari pihak kepolisian," tutur mantan Direktur Persija Jakarta tersebut. (*)