Selebritas

Pakai Korset, Sam Smith Dikecam

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 05 Maret 2023
Pakai Korset, Sam Smith Dikecam

Tampilan Sam Smith mengenakan korset tuai kecaman. (foto: Instagram @samsmith)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KALI ini, ekspresi fesyen Sam Smith menuai tanggapan negatif. Setelah memenangi Grammy bersama Kim Petras pada Grammy lalu, pelantun Unholy ini tampil sebagai model cover majalah Perfect. Smith terlihat mengenakan korset ketat seperti tampilannya pada video musik I’m Not Here to Make Friends.


Meski fotonya telah terbit pada 9 Februari lalu, reaksi negatif warganet baru terungkap awal Maret. Seperti yang telah diprediksi, reaksi yang didapat cenderung negatif sama seperti saat ia merilis I’m Not Here to Make Friends. Warganet memenuhi kolom komentar Instagram Smith, mempertanyakan konsep yang diangkat dalam foto-foto itu hingga menggugat apakah tampilan sang penyanyi merupakan bentuk body positivity.

BACA JUGA:

Sam Smith Umumkan Tanggal Rilis Album ‘Gloria’


Faktanya, majalah Perfect memang sedang mengusung tema otonomi tubuh. Smith menjadi bintang sampulnya lantaran ia telah lama berusaha keras menerima bentuk tubuhnya yang dipandang publik kurang ideal. Dalam terbitan majalah ini, Smith bekerja sama dengan desainer Michaela Stark nan terkenal akan karyanya yang dianggap nyeleneh. Stark sebelumnya juga pernah bekerja sama dengan penyanyi terkenal lainnya, salah satunya ialah Tove Lo.

Sam smith
Tampilan Sam Smith di majalah 'Perfect'. (foto: Instagram @samsmith)

Beberapa foto yang dirilis memperliihatkan Smith mengenakan korset, tapi dengan cara yang amat berbeda. Alih-alih menggunakan korset untuk menyamarkan bentuk tubuh nan tak sempurna, Smith tampak memasang korset sekenannya, mengikuti bentuk tubuhnya. Konsep ini justru terbalik dengan tujuan korset yang digunakan untuk memaksa tubuh terlihat sempurna.

Terlepas dari tampilan Smith yang eksperimental, pemakaian korset nan ketat ke tubuh manusia terlihat agak menganggu. Namun, di situlah letak tujuannya. Korset bukan hanya sepotong kain yang dipakai. Ada sejarah menyakitkan di baliknya.
Korset dianggap pakaian wajib yang digunakan mulai abad ke-16 hingga ke-19. Korset dikenakan pria dan kebanyakan perempuan.

BACA JUGA:

Adele, Emma Stone, dan Sam Smith Jadikan Spice Girls Inspirasi dalam Hidup

Seperti disebut Rcseng.ac.uk, perempuan sering kali memakai korset yang diikat sangat ketat hingga pernapasan mereka terbatas bahkan hingga membuat pingsan. Dari segi medis, penggunaan korset ketat menimbulkan berbagai efek. Memadatkan organ perut dapat menyebabkan pencernaan yang buruk. Seiring berjalannya waktu, otot punggung bisa mengalami atrofi.


Parahnya lagi, mengenakan korset dengan tali pengikat nan ketat dalam jangka panjang bisa menyebabkan tulang rusuk menjadi cacat. Museum Hunterian bahkan memamerkan contoh tulang rusuk yang rusak akibat korset yang terlalu ketat.
Saking parahnya pemakaian korset pada perempuan, The Lancet pernah menerbitkan beberapa artikel mengenai korset tali yang terlalu ketat, mulai dari Death from tight lacing (14 Juni 1890), Efek dari tight lacing (16 Januari 1892), Civilisation and the corset (11 Desember 1909).


Bagi para perempuan di masa lalu, mengenakan korset ketat menjadi keharusan untuk memenuhi ekspektasi standar kecantikan pada masanya. Maka dari itu, pesan yang ingin disampaikan pengenaan korset hingga bagian tubuh terlihat terimpit ialah demi menggambarkan bahwa untuk memenuhi standar kecantikan, perempuan harus mengalami ini. Padahal, tidak semua perempuan memiliki badan yang kurus dan mereka tetap harus memaksakan diri untuk masuk ke korset kecil nan menyiksa.(kmp)

BACA JUGA:

Kim Petras, Transpuan Pertama Menangi Grammy

#Sam Smith #Musik #Selebritas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Tak Ingin Pulang', Lagu Terbaru MARBLES tentang Kebersamaan dengan Orang Terkasih
Tak Ingin Pulang menggambarkan perasaan seseorang yang begitu menikmati kebersamaan dengan orang terkasih hingga tak ingin momen tersebut berakhir.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
'Tak Ingin Pulang', Lagu Terbaru MARBLES tentang Kebersamaan dengan Orang Terkasih
ShowBiz
Barsena Bestandhi Rilis 'Coba Lagi' untuk Soundtrack Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'
Barsena mengangkat kisah tentang seseorang yang tengah menghadapi masa-masa sulit hingga berada di titik terendah kehidupannya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Barsena Bestandhi Rilis 'Coba Lagi' untuk Soundtrack Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'
ShowBiz
Kenzy Taulany Merangkum Rindu dan Jarak dalam 'Siapa Duluan Rindu'
Siapa Duluan Rindu bercerita tentang beratnya merelakan seseorang untuk pergi, sekaligus keinginan untuk tetap memberikan dukungan kepada orang tersebut.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Kenzy Taulany Merangkum Rindu dan Jarak dalam 'Siapa Duluan Rindu'
ShowBiz
Makna Lagu 'Our' Hwang Min-yun, Ungkap Arti Cinta yang tak Tergoyahkan
'Our' menjadi ruang bagi Min-hyun untuk merefleksikan perjalanan dirinya sekaligus mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang-orang terdekat
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Makna Lagu 'Our' Hwang Min-yun, Ungkap Arti Cinta yang tak Tergoyahkan
ShowBiz
Dari Topeng Munir hingga 'Olah Tubuh', Aksi Penuh Makna Efek Rumah Kaca di Synchronzie Fest 2026
Para penerka dalam balutan topeng Munir pun ikut membentangkan poster-poster berisi pesan perjuangan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Dari Topeng Munir hingga 'Olah Tubuh', Aksi Penuh Makna Efek Rumah Kaca di Synchronzie Fest 2026
ShowBiz
Lisa BLACKPINK Umumkan Tracklist Mini Album Terbaru PRESS PLAY
'PRESS PLAY' dijadwalkan meluncur pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Lisa BLACKPINK Umumkan Tracklist Mini Album Terbaru PRESS PLAY
ShowBiz
Mawar de Jongh Rilis 'Oh Semoga', Lagu tentang Harapan dan Kehidupan
Sejalan dengan judulnya, Oh Semoga yang merepresentasikan sebuah ungkapan yang mencerminkan harapan seseorang terhadap sesuatu yang ingin diwujudkan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Mawar de Jongh Rilis 'Oh Semoga', Lagu tentang Harapan dan Kehidupan
ShowBiz
Dari Jakarta ke Kyoto, Rimba Menembus Batas Bahasa lewat Musik
Rimba membawa perpaduan melodi pop, aransemen musikal yang eksploratif, serta lirik berbahasa Indonesia yang kaya makna
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Dari Jakarta ke Kyoto, Rimba Menembus Batas Bahasa lewat Musik
ShowBiz
Synchronize Fest 2026 Dibuka, Cek Deretan Penampil Spesial 3 Hari
Synchronize Fest kembali menghadirkan deretan penampil dari beragam genre dan generasi.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Synchronize Fest 2026 Dibuka, Cek Deretan Penampil Spesial 3 Hari
ShowBiz
Fakta Unik A2O Lite, Girl Group Baru Garapan Mantan Bos SM Entertainment
Girl group A2O Lite langsung mencuri perhatian publik Korea Selatan.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Fakta Unik A2O Lite, Girl Group Baru Garapan Mantan Bos SM Entertainment
Bagikan