DARI laman Go Dok dijabarkan manfaat orgasme yang ternyata bukan hanya untuk kepuasaan permainan cinta. Lebih dari itu memberikan mafaat bagi kesehatan juga.
Orgasme ditinjau dari kesehatan paling tidak memberikan sembilan manfaat yang baik bagi tubuh. Go Dok menjabarkannya mulai dari menurunkan risiko penyakit jantung sampai memperpanjang umur. Berikut manfaat dari orgasme.
Penyakit jantung
Barry Komisaruk, Ph.D., penulis buku The Science of Orgasm, menjabarkan bahwa orgasme dapat memacu jantung untuk memompa darah lebih optimal. Selain itu, orgasme membuat pasokan oksigen dalam darah Anda meningkat.
Sakit kepala
Menurut penelitian para ahli di Oklahoma, AS, menyebutkan bahwa 61% subjek partisipan penelitian mereka, terbukti sembuh dari migrain karena rutin melakukan bercinta yang berkualitas.
Depresi dan stres
Ketika mencapai orgasme, tubuh mulai memproduksi hormon DHEA (Dehydroepiandrosterone) yang merupakan antidepresan alami. Jawaban bagi yang mencari penyembuhan depresi.
Bakar lemak
Untuk mendapatkan orgasme masing-masing akan aktif yang membuat semua otot tubuh bekerja optimal. Tentunya dengan demikian lemak pun akan terbakar pula.
Kesehatan kulit
Menurut seorang seksolog, dr. Gloria Bramer, orgasme membuat sirkulasi darah di dalam tubuh berjalan lebih lancar. Ini akan membuat kulit terlihat lebih segar dan sehat alami.
Kanker payudara
Orgasme pada aktivitas bercinta merangsang produksi hormon oksitoksin. Hormon ini menurut ahli kesehatan mampu memerangi perkembangan sel abnormal pemicu kanker.
Insomnia
Hormon endorfin yang dibutuhkan akan diproduksi lebih maksimal oleh tubuh ketika terjadi orgasme. Hormon ini akan membuat tubuh lebih santai dan nyaman, membuat Anda lelap tertidur.
Fokus dan Kognitif
Orgasme terbukti mampu meningkatkan kemampuan kognitif. Karena seluruh bagian otak bekerja lebih optimal dalam memproses informasi dan memori ketika Anda dan pasangan sama-sama terpuaskan secara optimal.
Panjang umur
Para ahli di Wales mengungkapkan hasil penelitiannya bahwa orgasme dan perilaku seks yang sehat terbukti dapat memperpanjang ekspektasi hidup seseorang. (*)