BERBELANJA secara daring sudah jadi gaya hidup di era digital ini. Membeli baju, makanan, kebutuhan rumah tangga, bahkan buku bisa dilakukan dengan nyaman di depan komputer. Bahkan, tidak sedikit juga aplikasi belanja yang tersedia. Hal itu membuat shopping bisa dilakukan hanya dengan sentuhan jari.
Selain mudah, berbelanja daring juga bisa dilakukan kapan saja, 24 jam sehari, tanpa batas waktu tutup. Sebuah riset yang dilaksanakan agregator perbelanjaan daring iPrice Group menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia gemar berbelanja di e-commerce pada jam kerja. Seperti dikutip dari Antara, pesanan belanja daring memuncak pukul 11.00. Hal itu diungkapkan Pemasar Konten Senior iPrice Group Andrew Prasatya dalam diskusi di Jakarta, Selasa (30/1).
Menurut data yang mereka kumpulkan dari berbagai e-commerce di Asia Tenggara periode kuartal ketiga 2016 hingga kuartal kedua 2017, jumlah pesanan pada pukul 11.00 rata-rata lebih tinggi 69% jika dibandingkan dengan jam lainnya. Bahkan, e-commerce masih mendapatkan banyak pesanan pada pukul 16.00, atau sekitar jam pulang kerja.
Perilaku berbelanja daring di Indonesia berbeda dengan Singapura. Di negeri jiran itu, pesanan banyak dibuat pada pukul 16.00 sampai dini hari.
Selain itu, konsumen Indonesia paling sering berbelanja pada Rabu. Di hari itu, pembelanjaan terjadi rata-rata 12% lebih tinggi jika dibandingkan dengan hari lainnya. Kebiasaan berbelanja daring pada Rabu, menurut Andrew, juga terjadi di negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Berdasarkan riset iPrice Group, belanja daring setiap konsumen Indonesia selama kuartal III 2016 sampai kuartal II 2017 rata-rata US$ 36 dolar (setara Rp 481 ribu), jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan belanja daring konsumen Singapura yang tercatat US$ 91 dolar.(*)

