MerahPutih.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memutuskan untuk membatalkan pembangunan terminal 4 di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Cengkareng, Tangerang, Banten.
Alasan pembatalan, karena proyek terminal 4 Bandara Soetta, membutuhkan dana yang tidak sedikit mencapai Rp 14 triliun.
Sebagai solusinya, Kementerian BUMN bergerak cepat bersama tim untuk melakukan kajian komprehensif hingga menemukan opsi yang jauh lebih efisien, yakni memperbaiki terminal 1, 2, dan 3.
"Setelah kita melakukan review di kepemimpinan kami, ternyata terminal 4 tidak diperlukan, tetapi hanya memerlukan perbaikan pada terminal 1, 2 dan 3 dengan kebutuhan dana hanya sebesar Rp 1 triliun, sehingga kita bisa melihat lonjakan kapasitas bandara yang angkanya hampir mencapai 80-100 juta penumpang, itu efisiensi yang luar biasa," ujar Erick yang dikutip Selasa (5/11).
Baca juga:
4 Bandara Berhenti Beroperasi Akibat Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki
Erick tegaskan, perbaikan fasilitas di bandara merupakan bentuk dukungan konkret dalam peningkatan sektor pariwisata Indonesia.
Selain Bandara Soetta, Erick juga berencana memperbaiki Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali sebagai salah satu pintu masuk turis dari mancanegara.
"Untuk bandara Bali kita juga melakukan efisiensi, yaitu dengan melakukan renovasi, sehingga harapannya kapasitas penumpang bisa tumbuh dari 24 juta menjadi 32 juta tanpa membangun bandara baru," tuturnya.
Erick menjelaskan, BUMN harus mampu bekerja secara efektif dan efisien, serta bijak dalam menggunakan anggaran, baik dari kas perusahaan maupun dari negara.
"Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk pertumbuhan ekonomi," ucapnya. (Asp)