Musik

Noel Gallagher Ngaku Terkaget akan Respons terhadap Tur Reuni Oasis, Alami Kaki Bergetar saat Tampil Perdana setelah 16 Tahun

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 20 Agustus 2025
Noel Gallagher Ngaku Terkaget akan Respons terhadap Tur Reuni Oasis, Alami Kaki Bergetar saat Tampil Perdana setelah 16 Tahun

Oasis. Sumber foto: Instagram/oasis

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — NOEL Gallagher mengatakan ia dan rekan-rekan band di Oasis sangat terpesona dengan respons terhadap tur reuni mereka setelah 16 tahun vakum .Oasis tampil di Croke Park, Dublin, akhir pekan lalu. Mereka akan menuju Amerika Utara selanjutnya sebelum kembali ke Inggris untuk konser tambahan di Stadion Wembley, London, bulan depan.

Saat berbicara kepada Andy Goldstein dari talkSport tentang jadwal konser di Inggris dan Irlandia sejauh ini, Noel mengatakan ia bangga dengan adiknya, vokalis Liam. “Senang rasanya bisa kembali berada di satu band bersamanya,” imbuhnya.

Penulis lagu sekaligus vokalis itu mengakui bahwa sejauh ini sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Ia mengaku kakinya bergetar seperti agar-agar di awal konser pertama mereka di Cardiff, Juli lalu.

“Setiap malam ialah malam pertama bagi penonton. Jadi setiap malam memiliki energi yang sama, dan itu sungguh luar biasa. Aku biasanya tidak kekurangan kata-kata, tapi sekarang aku belum bisa benar-benar mengartikulasikannya,” katanya.

Baca juga:

Setlist Oasis Reuni 2025: Wonderwall, Live Forever, hingga Champagne Supernova



Setelah membuat internet heboh tahun lalu ketika tiket rilis, kedua bersaudara itu pertama kali muncul kembali di atas panggung bersama di stadion rugby Wales yang penuh sesak. Kedua tangan mereka terangkat tinggi. Momen itu datang setelah bertahun-tahun merilis musik solo dan perseteruan publik melalui media. Dari Gallagher bersaudara yang berpisah dengan cara meledak-ledak pada 2009, kini mereka kembali bermain di satu panggung.

“Saya sangat meremehkan apa yang saya jalani. Setelah sekitar lima menit di Cardiff, saya merasa, ‘baiklah bisakah saya kembali ke ruang ganti dan memulai lagi?’. Saya sudah pernah tampil di stadion sebelumnya, tapi jujur saja, kaki saya mulai lemas setelah setengah lagu kedua Acquiesce. Saya butuh waktu sejenak untuk menenangkan diri. Tapi ini pengalaman luar biasa,” ujarnya.



Bangga kepada Liam



Saat ditanya perasaannya ketika adiknya memberinya sedikit pelukan di panggung pada akhir konser pertama, Noel berkata bahwa mereka bukan tipe orang seperti itu sebenarnya.

“Namun, senang rasanya bisa kembali bersama Bonehead (gitaris pendiri Oasis) dan Liam, dan melakukan ini lagi. Saya rasa ketika semuanya sudah selesai, kita akan duduk dan merenungkannya. Tapi rasanya menyenangkan kembali satu band dengan Liam. Saya hampir lupa betapa lucunya dia,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa Liam sedang ‘luar biasa’ dan ia bangga kepadanya. Sambil bercanda, Noel mengatakan performa luar biasa vokal Liam mungkin berkat ‘AI’.

“Setelah memimpin sebuah band (Noel Gallagher’s High Flying Birds) selama 16 tahun, saya tahu betapa sulitnya itu. Saya tidak bisa melakukan konser stadion seperti dia, itu bukan gaya saya. Namun, saya harus bilang, menurut saya, ya, bagus sekali, sobat. Dia benar-benar luar biasa,” kata pria berusia 58 tahun itu, yang menyanyikan lima dari 23 lagu setiap malam sepanjang tur.

Sayangnya, Noel menolak menjawab pertanyaan tentang apa yang mungkin terjadi dengan band itu setelah tur dijadwalkan berakhir pada November. Apakah mereka akan benar-benar kembali akur atau bubar jalan ya?(dwi)



Baca juga:

Nonton Oasis dari Ketinggian Stadion Wembley, Seorang Fan Terjatuh dan Meninggal Dunia

#Musik #Oasis #Konser Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Dialog Dini Hari Buka Babak Baru Lewat Album 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi', tentang Kehilangan dan Menemukan Kembali
Dialog Dini Hari menghadirkan album terbaru 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi' berisi delapan lagu, lahir dari perubahan, kehilangan, dan pencarian rasa rumah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Dialog Dini Hari Buka Babak Baru Lewat Album 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi', tentang Kehilangan dan Menemukan Kembali
ShowBiz
D’MASIV Bicara soal Cinta yang Tak Berhenti di Perasaan lewat 'Till We’re Old'
D’MASIV kembali dengan single terbaru 'Till We’re Old', yang mengangkat kisah cinta, komitmen, dan keinginan untuk terus bersama hingga usia senja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
D’MASIV Bicara soal Cinta yang Tak Berhenti di Perasaan lewat 'Till We’re Old'
ShowBiz
Slowdive hingga Caribou Siap Ramaikan Joyland Sessions 2026, Intip Daftar Lenkap Penampilnya
Joyland Sessions 2026 digelar 28–29 November di GBK City Park, Jakarta. Ada 16 penampil dari 7 negara, termasuk Slowdive dan Caribou.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Slowdive hingga Caribou Siap Ramaikan Joyland Sessions 2026, Intip Daftar Lenkap Penampilnya
ShowBiz
8 Panggung, Banyak Genre, dan Generasi Berbeda Bertemu di Synchronize Fest 2026
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan delapan panggung, kurasi musik beragam, serta penampil lintas genre dan generasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
8 Panggung, Banyak Genre, dan Generasi Berbeda Bertemu di Synchronize Fest 2026
ShowBiz
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Tove Lo merilis album studio keenam, ESTRUS. Berisi 13 lagu electro-pop, album ini mengeksplorasi hasrat, keraguan, kebebasan, dan emosi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Dunia
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
Rekaman tersebut dikumpulkan teknisi suara Oasis, Huw Richards, yang bekerja bersama band ini sejak perilisan album debut mereka 'Definitely, Maybe
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
ShowBiz
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
Tsaqib memperkenalkan single 'Maju Satu Satu', lagu personal tentang rasa cemas, keberanian, ketidakpastian, dan persiapannya menjadi seorang ayah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
ShowBiz
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan tema “It’s Not Just a Festival, It’s a Movement” pada 16-18 Oktober di Gambir Expo Kemayoran.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
ShowBiz
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
Koleksi tersebut ditempatkan berdampingan dengan memorabilia sejumlah musisi legendaris dunia, termasuk Michael Jackson.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
ShowBiz
'Roulette', Cara BAHA Menerjemahkan Ketidakpastian Hidup lewat Musik
Mengibaratkan kehidupan seperti permainan roulette, terus berputar tanpa pernah memberi kepastian mengenai kapan atau di mana putaran itu akan berhenti.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
'Roulette', Cara BAHA Menerjemahkan Ketidakpastian Hidup lewat Musik
Bagikan