NOC Indonesia Turunkan Safeguarding Officer untuk Lindungi Atlet di SEA Games 2025
Ketum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari. (Foto: dok. NOC Indonesia)
MerahPutih.com - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menurunkan Safeguarding Officer untuk mendampingi atlet-atlet Tim Indonesia yang akan berlaga di SEA Games Thailand 2025.
Langkah ini menjadi komitmen nyata NOC Indonesia dalam menjaga keamanan, kenyamanan, serta martabat seluruh atlet selama berada di arena pertandingan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Safeguarding Team NOC Indonesia menerima berbagai laporan terkait dugaan tindakan pelecehan, mulai dari fisik, verbal, psikologis, hingga digital.
Dengan kehadiran Safeguarding Officer secara aktif di lapangan, setiap laporan dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan profesional sesuai standar internasional Safe Sport.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan pentingnya perlindungan atlet sebagai prioritas utama.
“Prestasi tidak akan berarti jika tidak dibarengi perlindungan. Tanggung jawab utama kita adalah menjaga atlet, baik fisik, mental, maupun martabat mereka,” ujar Okto dalam keterangannya, Senin (8/12).
Baca juga:
NOC Indonesia juga kembali mengingatkan atlet, pelatih, dan ofisial untuk berani melapor apabila menemukan atau mengalami tindakan pelecehan atau kekerasan apa pun.
Safeguarding Officer akan menjadi garda terdepan dalam memastikan pendampingan dan jalur pelaporan yang aman, rahasia, dan terstruktur.
Safeguarding Officer Tim Indonesia di SEA Games Thailand 2025, Tabitha Charmaine Sumendap, menekankan bahwa edukasi serta keberanian melapor merupakan kunci perubahan budaya dalam dunia olahraga.
“Safeguarding bukan hanya soal menangani laporan, tetapi membangun lingkungan yang aman dan saling menghormati. Atlet harus tahu bahwa mereka berhak mendapatkan perlindungan, bebas dari pelecehan dan tekanan apa pun,” ujarnya.
Pendekatan safeguarding turut diperkuat melalui dukungan medis dan edukasi berkelanjutan.
Wakil Komisi Medis NOC Indonesia, Sophia Hage, menegaskan integrasi perlindungan mental dengan kesehatan fisik atlet.
“Kesehatan atlet bukan hanya fisik. Kesehatan mental dan rasa aman merupakan fondasi performa terbaik. Dengan safeguarding, kita memastikan atlet terlindungi dalam setiap aspek,” jelas Sophia.
Baca juga:
Safeguarding Team juga menyiapkan berbagai kanal pelaporan, konsultasi langsung di Athletes’ Village, serta materi edukasi terkait kategori pelecehan dan mekanisme pengaduan.
“Setiap laporan akan diproses sesuai pedoman yang berlaku serta berkoordinasi dengan pihak berwenang apabila diperlukan,” tambah Sophia.
Melalui langkah konkret ini, NOC Indonesia menegaskan komitmen Safe Sport for All, bahwa setiap atlet berhak mengejar prestasi tanpa rasa takut.
“Perlindungan adalah bagian dari kemenangan, dan budaya olahraga yang aman adalah fondasi prestasi Indonesia di panggung dunia,” tutupnya.
SEA Games 2025 Thailand dijadwalkan berlangsung pada 9–20 Desember 2025, dengan Tim Indonesia menurunkan 1.021 atlet di 49 dari 51 cabang olahraga. Indonesia menargetkan sedikitnya 80 medali emas pada ajang tersebut. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Lewat Dukungan Prabowo, NOC Optimistis Pencak Silat Selangkah Lagi Masuk Olimpiade
Kapolri Naikkan Pangkat Anggota Polisi Peraih Medali SEA Games 2025 Thailand
NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan
Bonus Atlet SEA Games 2025 Cair, NOC: Wujud Perhatian Prabowo untuk Olahraga Indonesia
Bonus SEA Games 2025 Cair Tercepat Sepanjang Sejarah, NOC Indonesia: Ini Bukti Negara Hadir
Prabowo Lontarkan Gurauan ke Kapten TNI Rizki Juniansyah Usai Dapat Bonus Rp 1 Miliar
Momen Presiden Prabowo Subianto Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali SEA Games Thailand 2025
Berprestasi di SEA Games 2025, Atlet dari Unsur TNI Mendapat Kenaikan Pangkat, Rizki Juniansyah Jadi Kapten
Presiden Serahkan Bonus Peraih Medali SEA Games 2025, Totalnya Rp 465,25 Miliar
[HOAKS atau FAKTA]: Indra Sjafri Latih Timnas Sepak Bola Malaysia demi Balaskan Dendam ke PSSI yang Sudah Memecatnya