Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Night Bus Film Terbaik FFI 2017

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 12 November 2017
Night Bus Film Terbaik FFI 2017

Film Night Bus jadi film terbaik FFI 2017. (foto: twitter @nightbusfim)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

FILM drama thriller Night Bus menjadi film terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2017 yang berlangsung Sabtu (11/11) malam.

Film itu menyingkirkan empat film pesaing lainnya, yaitu Cek Toko Sebelah, Kartini, Posesif, dan Pengabdi Setan.

"Kami semua enggak menyangka ditahbiskan sebagai film terbaik. Masih shocked. Kami diskusi jugalah dengan 12 nominasi. Buat kami sebuah hal yang besar," kata produser Darius Sinathrya di Manado, Sabtu malam.

Night Bus merupakan film pertama yang diproduseri aktor sekaligus presenter Darius Sinathrya. Film itu berkisah tentang sebuah bus yang diserang sekelompok orang tidak dikenal saat tengah dalam perjalanan. Kehancuran kota, kecelakaan hingga baku tembak mewarnai aksi dalam film itu.

Sederet bintang terkenal seperti Lukman Sardi, Tio Pakusadewo, Toro Margens, Alex Abbad, Edward Akbar, Teuku Rifnu Wikana, Donny Alamsyah, dan Rahael Ketsia terlibat dalam film tersebut.

Seperti dikutip dari Antara, Ketua Bidang Penjurian FFI 2017 Riri Riza mengatakan kelima film itu mewakili keberagaman tema atau genre. Selain itu, kelimanya sudah memiliki gagasan dan tema yang unggul jika dibandingkan dengan film-film lainnya.

Selain kategori film terbaik, ajang penghargaan yang telah dilaksanakan sejak 1955 itu juga memberikan apresiasi pada 21 kategori lainnya, antara lain sutradara terbaik, penulis skenario asli terbaik, pemeran utama pria terbaik, pemeran utama wanita terbaik, dan film pendek terbaik.(*)

Untuk daftar lengkap pemenang Piala Citra 2017, bacaDeretan Pemenang FFI 2017, Persaingan Ketat Pengabdi Setan dan Night Bus

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan