Ngemil Pagi ala Orang Indonesia

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 09 Desember 2019
Ngemil Pagi ala Orang Indonesia

Orang Indonesia doyan ngemil di pagi hari. (foto: pixabay/counseling)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENGUDAP camilan bukanlah hal yang dilarang. Bahkan, mencamil dianjurkan untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Mencamil biasanya dilakukan di sela jam makan. Namun, bagi orang Indonesia, mencamil justru jamak dilakukan di pagi hari, yakni antara waktu sarapan dan makan siang. Demikian temuan yang terungkap dari survei dari The Harris Poll pada September 2019.

Seperti dilansir Antara, survei yang dilakukan untuk Mondelez Internasional dan melibatkan 6.068 partisipan di 12 negara itu menunjukkan waktu rata-rata orang Indonesia mencamil, yakni pada pukul 11.28. Kenapa ya orang Indonesia malah doyan mencamil di pagi hari?

BACA JUGA: Terungkap, Cara Langsing ala Klan Kardashian

Sosiolog dari Universitas Nasional (UNAS) Dr Erna Ernawati Chotim mengatakan fenomena itu terjadi karena orang Indonesia rata-rata menempuh perjalanan panjang menuju tempat kerja sehingga memerlukan waktu lebih pagi untuk menyiapkan segala sesuatunya sebelum berangkat.

"Untuk masyarakat modern, mobilitas tinggi. Makanan semacam pisang goreng enggak mungkin. Mereka lebih memilih makanan yang mudah dibawa di tas, nutrisi juga satu hal dipertimbangkan," ujar dia.

work
Karena mobilitas tinggi, camilan jadi andalan. (foto: monster.com)

Erna mengatakan kebiasaan mencamil, terutama pada pagi hari, menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia. Uniknya, hal itu tak berarti menggantikan sarapan. "Camilan bukan hal baru untuk kita, tetapi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia. Kalau lihat di berbagai daerah, kita bisa dapatkan makanan ringan khas. Ini memperkuat camilan menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia," kata dia.

Temuan lainnya memperlihatkan orang Indonesia mengonsumsi camilan lebih sering daripada makanan berat, yakni hampir tiga kali sehari. Padahal, orang Indonesia makan 2,5 kali makanan berat dalam sehari. Itu lebih tinggi daripada rata-rata global.

Dalam survei itu, 75% responden mengatakan makanan ringan yang mudah dikonsumsi di sela-sela aktivitas lebih cocok dengan gaya hidup saat ini. "Masyarakat Indonesia (saat ini) ditantang mobilitas tinggi, produktif, maunya yang mudah, camilan yang paling mudah diraih," tutur Erna.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan