Merahputih.com - Newcastle United mengusung misi besar mencetak sejarah baru saat menantang Barcelona pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA 2025/2026.
Pertandingan hidup mati ini akan berlangsung di Stadion Camp Nou, Kamis (19/3) dini hari WIB, dengan target utama tim tamu mengamankan tiket perempat final perdana sepanjang masa.
Baca juga:
Barcelona vs Newcastle United: Rekor Angker Camp Nou Siap Libas The Magpies
Bek kanan andalan Newcastle United, Kieran Trippier, menegaskan bahwa skuad berjuluk The Magpies tersebut tidak akan bermain bertahan. Strategi menyerang menjadi harga mati demi membungkam tuan rumah di hadapan pendukungnya sendiri.
"Kami bermain sangat baik saat imbang 1-1 pada leg pertama. Meski atmosfer di Camp Nou tentu akan berbeda, tim harus berani menyerang Barcelona untuk memenangkan pertandingan," ujar Trippier sebagaimana dikutip dari laman resmi klub, Rabu (18/3).
Tantangan Pengalaman dan Darah Muda
Meskipun secara statistik rata-rata usia pemain Newcastle mencapai 28 tahun, lebih tua dibandingkan skuad Barcelona yang berada di angka 25,6 tahun, Trippier menilai kematangan tim menjadi modal krusial. Pemain berusia 35 tahun itu meyakini pengalaman rekan-rekannya mampu meredam agresivitas talenta muda Blaugrana.
"Barcelona memang memiliki banyak pemain muda berbakat. Namun, musim ini kami sudah membuktikan mampu menyaingi mereka dalam dua pertemuan sebelumnya. Kami memiliki tim yang berpengalaman dan kunci kemenangan adalah bermain dengan tenang," tutur Trippier.
Kembalinya Kekuatan Inti
Optimisme kubu St James' Park semakin meningkat seiring pulihnya sejumlah pilar utama dari cedera. Kehadiran kembali gelandang kreatif Bruno Guimaraes di lini tengah dianggap sebagai suntikan moral yang signifikan bagi seluruh anggota tim.
Baca juga:
"Ada perasaan yang sangat bagus saat melihat teman-teman kembali ke lapangan, terutama melihat Bruno bermain kembali," kata Trippier.
Jika berhasil menyingkirkan Barcelona, pencapaian ini akan menjadi tinta emas bagi Newcastle United. Musim 2025/2026 sendiri sudah menjadi rekor tersendiri bagi klub, mengingat ini adalah kali pertama mereka melaju hingga fase gugur setelah kegagalan pada edisi 1997/1998, 2002/2003, dan 2023/2024.