Merahputih.com - Netflix akan memangkas sekitar 1.000 karyawan atau setara dengan enam persen dari total tenaga kerjanya. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah efisiensi terbesar Netflix dalam beberapa tahun terakhir.
Mengutip laporan Engadget, jumlah pekerja yang terdampak menjadikan PHK ini sebagai gelombang pemangkasan terbesar Netflix sejak 2022. Saat itu, perusahaan merumahkan sekitar 450 karyawan.
Baca juga:
Intip 4 Proyek Terbaru Kim Min Ha, dari Film Romantis hingga Serial Misteri Netflix
Langkah tersebut diambil ketika Netflix terus menata strategi bisnis dan memperluas jangkauan layanannya. Jumlah karyawan perusahaan secara global tercatat sekitar 16.000 orang pada tahun lalu.
Co-CEO Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters, menjelaskan bahwa penyesuaian tenaga kerja dilakukan untuk menjaga fokus perusahaan sekaligus memastikan alokasi sumber daya berjalan lebih disiplin.
Keduanya menegaskan, keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya mempertahankan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
Netflix Gagal Akuisisi Warner Bros.
Baca juga:
Rekomendasi 4 Serial Netflix untuk Halloween 2026: Monster, Hantu, hingga Teror Supernatural
Rencana efisiensi tersebut juga muncul setelah Netflix gagal dalam persaingan memperebutkan Warner Bros. Paramount Skydance dilaporkan menjadi pihak yang unggul dalam perebutan aset perusahaan hiburan tersebut.
Sebelumnya, Netflix juga menaikkan harga langganan bagi pengguna pada awal tahun. Meski menghadapi sejumlah perubahan strategi dan tekanan persaingan, pendapatan perusahaan pada 2025 tercatat mencapai 45,2 miliar dolar AS.
Netflix Perluas Bisnis ke Luar Film dan Serial
Selain mengandalkan film dan serial televisi, Netflix terus memperluas bisnis ke berbagai sektor hiburan digital. Perusahaan ini mulai mengembangkan layanan gim, siniar atau podcast, hingga menayangkan acara olahraga secara langsung.