Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Nasi Merah, Pilihan Lebih Baik untuk Berpuasa

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 03 Mei 2019
Nasi Merah, Pilihan Lebih Baik untuk Berpuasa

Nasi merah punya nutrisi lebih baik ketimbang nasi putih. (foto: pixabay/aviavlad)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT berpuasa, banyak orang yang mengubah pola konsumsi agar bisa lebih tahan lapar seharian. Sumber karbohidrat jadi salah satu yang harus diperhatikan ketika hendak mengubah pola konsumsi saat Ramadan.

Sumber karbohidrat yang lama dicerna jadi pilihan terbaik sebagai sumber energi selama berpuasa. "Kalau misalkan untuk bisa tahan lama (berpuasa), harus makan tinggi serat. Nasi putih tidak apa-apa. Tetapi lebih bagus lagi nasi merah (karena kandungan seratnya tinggi)," ujar ahli gizi, Dr Jovita Amelia, Msc, SpG, seperti dilansir Antara.

Makanan berserat tinggi seperti nasi merah bisa membuat tubuh kamu tetap berenergi setelah sahur hingga berbuka. Selain itu, nasi merah juga kaya protein, zat besi, zinc, selenium, dan vitamin B ketimbang nasi putih. Hal itu yang membuat nasi merah amat direkomendasikan untuk dimakan saat sahur.

nasi merah
Selain nasi, lengkapi menu sahur dengan protein dan lemak. (foto: Instagram @acinlie)

Makan sahur yang ideal sebaiknya berisi sumber karbohidrat (porsinya 50%-60%), protein (15%-20%), dan lemak (20%-25%). "Sahur harus makanan pokok, protein dari lauk pauk. Porsi banyak sayuran dan buah, lalu karbohidrat kompleks untuk menjaga energi," kata Jovita.

Terakhir, pastikan asupan cairan dan zat besi cukup saat sahur demi distribusi oksigen tetap terjaga selama berpuasa sehingga tubuh akan terasa lebih bugar, tidak mudah lemas dan mengantuk.(*)

#Mei Bulan Para Pejuang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan