Nasi Lengko, Sarapan Khas Orang Cirebon

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 25 Juni 2018
Nasi Lengko, Sarapan Khas Orang Cirebon

Nasi lengko. (foto: rebon.org)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MASYARAKAT pantai utara Jawa, seperti Cirebon, Indramayu, Brebes, dan Tegal, akrab dengan sajian nasi sederhana nasi lengko. Menu nasi sederhana sarat protein nabati serta rendah kalori ini umum dijadikan menu sarapan.

Nasi putih disajikan dengan pelengkap tempe goreng, tahu goreng, mentimun (mentah segar, dicacah), tauge (direbus), daun kucai (dipotong kecil-kecil), bawang goreng, bumbu kacang (seperti bumbu rujak), dan kecap manis. Itulah yang membuat sajian ini rendah kalori, tapi tinggi kandungan protein. Pas untuk sarapan.


RESEP NASI LENGKO

BAHAN-BAHAN

Nasi putih - 300 gram
Tahu, potong kotak - 2 buah
Tempe, potong kotak - 100 gram
Tauge, seduh air panas lalu tiriskan - 50 gram
Timun, potong kotak kecil - 1 buah
Daun bawang, iris halus - 1 batang
Seledri, iris halus - 1 batang
Bawang merah goreng - 2 sdm
Minyak goreng - secukupnya

SAUS KACANG

Kacang tanah - 50 gram
Bawang putih - 2 siung
Cabai merah besar - 3 buah
Kecap manis - 2 sdm
Garam - 1 sdt
Gula - 1/2 sdt
Air - 150 ml


CARA MEMBUAT

1. Goreng tahu dan tempe hingga matang. Angkat dan tiriskan. Sisihkan.

2. Goreng kacang tanah hingga kecoklatan, lalu angkat dan tiriskan. Lanjutkan untuk menggoreng bawang putih dan cabai merah, lalu angkat dan tiriskan. SIsihkan.

3. Haluskan semua bahan saus kacang hingga rata. Didihkan sampai saus mengental dan meletup-letup. Matikan api dan sisihkan.

4. Tata nasi putih di atas piring saji. Taruh tahu, tempe, tauge, dan timun. Siram dengan saus kacang. Beri taburan daun bawang, seledri, dan bawang goreng. Siap disajikan.(*)

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan