MUI Apresiasi Langkah Gubernur DKI Tutup Hotel Alexis

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 31 Oktober 2017
MUI Apresiasi Langkah Gubernur DKI Tutup Hotel Alexis

Lantai tujuh Hotel Alexis. (MP/Angga Yudha Pratama)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung langkah Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang mengeluarkan surat keputusan tidak memperpanjang izin usaha Hotel dan Griya Pijat Alexis.

"Langkah tersebut sebagai bukti komitmennya untuk menjadikan kota Jakarta menjadi kota yang bebas dari praktik-praktik prostitusi dan praktik kemungkaran lainnya," kata Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/10).

Dia mengatakan MUI berharap keputusan tersebut sudah sesuai dengan prosedur hukum dan bukan hanya 'gertak sambal', tetapi benar-benar dituangkan dalam Surat Keputusan Pemprov DKI Jakarta secara resmi.

Dengan begitu, kata dia, upaya tersebut memiliki kekuatan hukum dan dapat dieksekusi. Lebih dari itu, MUI meminta agar faktor pengawasan pascapenutupan juga harus dijaga. "Jangan sampai aparat keamanan tidak berdaya melakukan tindakan eksekusi dan penegakan hukumnya," katanya.

MUI juga berharap bahwa kebijakan tersebut tidak hanya diberlakukan untuk Hotel Alexis semata. "Untuk semua hotel dan tempat hiburan yang menawarkan bisnis prostitusi dan perdagangan orang," tandasnya.

MUI, lanjut dia, sangat prihatin dengan semakin maraknya praktik kehidupan yang melanggar nilai-nilai agama, etika, estetika dan susila.

Berbagai bentuk kejahatan dan pelanggaran susila seringkali terjadi misalnya maraknya perilaku seks bebas, hubungan sesama jenis, pornografi, pornoaksi, penyalahgunaan narkoba, perdagangan orang, prostitusi dan lain sebagainya.

Karena itu, MUI mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali kepada jati diri bangsa yaitu Pancasila, yakni sebagai dasar etika berbangsa dan bernegara, pedoman dalam berpikir, dan bersikap. "Juga bertingkah laku yang merupakan cerminan dari nilai-nilai agama dan budaya yang sudah mengakar dan terpatri dalam kehidupan masyarakat Indonesia," katanya. (*)

Sumber: ANTARA

Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.
Bagikan