Motor Terbang ini Sudah dapat Diorder
Sepeda motor terbang yang sudah dapat dimiliki publik. (Foto: jetpackaviation.com)
JIKA ada mobil terbang tentunya pasti ada sepeda motor terbang. Dengan teknologi kekinian yang tadinya dirasa mustahi, kemungkinan besar akan bisa terwujud. Salah satunya adalah motor terbang.
Mengutip Robb Report, Jetpack Aviation perusahaan yang berasal dari Los Angeles, California ini, memperkenalkan motor terbang yang diberi nama Speeder.
Baca Juga:
Sebenarnya perusahaan ini sudah memperkenalkan Speeder sejak tahun 2019. Namun karena pertimbangan teknologi, mereka baru sekarang merilis Speeder untuk dapat menjadi alat transportasi sehari-hari.
Speeder merupakan kendaraan yang dikembangkan dengan berbagai percobaan tenologi dan inovasi. Seperti membuat program yang dapat menyeimbangkan daya dorong yang dihasilkan mesin sehingga memiliki performa yang baik, nyaman dan aman.
Motor terbang ini menggunakan sistem intuitif yang berfungsi seperti sepeda motor biasa yang secara otomatis menstabilkan mesin ketika terbang. Speeder dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal pada berbagai permukaan. Bahkan dapat diprogram untuk terbang secara mandiri.
“Kami menyiapkan versi ultralight yang tidak memerlukan lisensi pilot. Kami sudah menyiapkannya dalam waktu dua tahun. Kemudian versi kategori eksperimental yang kami siapkan dalam waktu enam bulan,” jelas CEO Jetpack Aviation David Mayman.
Baca Juga:
Menurut aturan FAA maka versi ultralight memiliki batasan kecepatan maksimal 60 mil perjam (96 kpj) dan hanya boleh terbang selama 15 menit. Versi eksperimental membutuhkan lisensi pilot dasar untuk mengoperasikannya. Kecepatan maksimal yang diperbolehkan mencapai 250 mil perjam (400 kpj). Kemudian waktu terbang sekitar 35 menit.
Meskipun desain aslinya memproyeksikan empat turbin. Namun produksi akhir memiliki delapan turbin pendorong. Yakni dua di setiap sudut motor untuk memberikan keamanan melalui redundansi. Motor terbang ini menawarkan kekuatan yang mengesankan. Memungkinkan Speeder seberat 300 pon untuk membawa beban sekitar 600 pon (272 kg). Ini berdasarkan rasio beban muatan yang membedakan Speeder dari pesawat VTOL lainnya.
Untuk versi prototipe Speeder 2.0 yang diperbarui akan menjalani pengujian yang lebih intensif dalam waktu dekat ini sebelum konstruksi selesai. Pengujian diharapkan akan dimulai pada awal 2022. Kemudian Jetpack sudah membuat kesepakatan dengan Prometheus Fuels, Inc, untuk menggunakan bahan bakar bersih nol-karbon 100 persen.
Nantinya motor ini dapat digunakan untuk kegiatan keamanan, militer dan publik. Speeder akan dikembangkan dengan penambahan sayap yang dapat dilepas untuk meningkatkan jangkauan. Kemudian kompartemen penyimpanan tahan api dan panas, angkut personel dan peralatan dan pertolongan medis. Jetpack Aviantion menempatkan harga awal untuk versi konsumen di USD381 ribu atau sekitar Rp5,5 miliar dan mereka sudah mulai menerima preorder. (jhn)
Baca Juga:
Nuro Siapkan Jalur Uji Coba Kendaraan Pengantar Barang Tanpa Pengemudi
Bagikan
Berita Terkait
OPPO Reno 15 Hadir dengan Sentuhan Baru, Bakal Punya Varian Warna Starry Pink
Vivo X300 Ultra Sudah Dapat Sertifikasi EEC, Sinyal Peluncuran Makin Dekat?
Xiaomi 17 Ultra Sudah Raih Sertifikasi Global, Siap Meluncur Lewat Baterai 6.000mAh
Rilis Sebentar Lagi, Spesifikasi OPPO Reno 15, Reno 15 Pro, dan Reno 15 Pro Mini Terungkap
OPPO Find X9 Ultra Dipastikan Bawa Kamera Ganda 200MP, Meluncur Tahun Depan!
Apple Mulai Bingung, Terpaksa Minta Samsung Jadi Pemasok Memori iPhone 18
Bikin Penggemar Kecewa, Samsung Galaxy S26 Edge Batal Meluncur
OPPO Reno 15 Series Segera Meluncur di Indonesia, Berikut Spesifikasi Lengkapnya
Bocoran Samsung Galaxy Z Fold 7 2026, Desainnya Mirip iPhone Fold
Meluncur 25 Desember, Xiaomi 17 Ultra Dipastikan Bawa Kamera Telefoto Periskop 200MP