MerahPutih.com - Ketika Morgan Rogers memilih Chelsea dibandingkan Arsenal pada Juli 2026 lalu, ia mengatakan bahwa dirinya bergabung dengan klub terbesar di London.
Pemain yang direkrut dengan nilai 117 juta poundsterling (Rp 2,7 triliun) sekaligus pemain Inggris termahal sepanjang masa itu, memang memberikan pengaruh nyata saat kedua tim berhadapan di Emirates, Minggu (6/9).
Baca juga:
Klasemen Terbaru Premier League: Arsenal Tempel Manchester City Usai Bungkam Chelsea di Derbi London
Klaim Morgan Rogers Langsung Dibalas Arsenal
Rogers membuka skor lewat tendangan voli saat pertandingan baru berjalan 77 detik, kemudian menjulurkan lidah ke arah suporter Arsenal sebagai aksi provokasinya.
Lalu, ia menunjukkan kesiapannya untuk bertarung sengit dengan cara memancing keributan. Ironisnya, ia melawan rekan setimnya di timnas Inggris, Declan Rice.
Namun, Arsenal berhasil mengungguli mantan target transfer mereka dengan membalikkan keadaan dan menang 2-1.
Hal itu tidak menjadikan The Gunners sebagai klub terbesar di London. Klaim tersebut hingga kini masih menjadi bahan perdebatan.
Baca juga:
Arsenal Incar Lautaro Martinez usai Gagal Datangkan Julian Alvarez, Inter Milan Ogah Lepas
Namun, satu hal yang sangat jelas adalah sejak Mikel Arteta menangani Arsenal, duel langsung antara kedua raksasa ibu kota ini benar-benar timpang.
Chelsea sempat mengungguli Arsenal dalam pertandingan kedua Arteta sebagai pelatih. Namun, sejak laga di periode liburan akhir 2019, dominasi praktis hanya berpihak pada satu sisi.
Chelsea Gagal Menang atas Arsenal dalam 10 Pertemuan Terakhir
Catatan satu kemenangan Chelsea dalam 17 pertemuan terakhir merupakan statistik yang suram bagi klub tersebut, terutama bagi Rogers yang ingin membuktikan ucapannya.
Chelsea gagal mengalahkan The Gunners dalam 10 pertemuan terakhir di Premier League. Jika kompetisi piala turut diperhitungkan, maka jumlah laga tanpa kemenangan itu bertambah menjadi 12 pertandingan.
Secara keseluruhan, selama masa kepemimpinan Arteta, Chelsea mencatatkan dua kemenangan dan empat hasil imbang. Sementara itu, The Gunners meraih 12 kemenangan.
Manajer Arsenal itu mungkin gagal meyakinkan Rogers untuk pindah ke Emirates dalam pertemuan tatap muka musim panas lalu. Namun, ia terbukti sangat paham cara menaklukkan klub baru sang pemain.
Baca juga:
Manchester United Jadikan Patrick Dorgu sebagai Bek di Premier League 2026/27, Ada Masalah?
Frank Lampard, Thomas Tuchel, Graham Potter, Mauricio Pochettino, Enzo Maresca, dan Liam Rosenior, semuanya telah datang dan pergi silih berganti di Stamford Bridge sejak Arteta tiba di London Utara.
Kemudian, pelatih asal Spanyol itu menunjukkan kepada manajer baru Chelsea, Xabi Alonso, bahwa ia masih memegang kendali penuh atas duel ini.
Melihat status Arsenal sebagai favorit kuat untuk merebut kembali gelar Premier League, Rogers mungkin akan segera kesulitan membenarkan komentar yang sempat memancing kemarahan para pendukung Arsenal, ketika memilih bergabung dengan rival sekotanya itu. (sof)