Misbakhun Jadi Korban Jumpa Pers Hoaks Ratna Sarumpaet Crisis Center

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Minggu, 16 September 2018
Misbakhun Jadi Korban Jumpa Pers Hoaks Ratna Sarumpaet Crisis Center

Anggota Komisi XI DPR M Misbakhun (Foto: fraksigolkar.or.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyatakan dirinya menjadi korban hoaks dari undangan jumpa pers dalam bentuk PDF berkop Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) yang beredar di kalangan wartawan.

"Saya tidak pernah berhubungan dengan RSCC dalam bentuk apa pun. Bahkan saya tidak tahu ada lembaga RSCC," kata Misbakhun, melalui pesan whatsApp, di Jakarta, Minggu (16/9).

Ratna
Ratna Sarumpaet. (Foto: Twitter/@RatnaSpaet )

Undangan jumpa pers yang beredar berkop RSCC. Dikutip Antara, undanganmenyebut jumpa pers, pada Senin, 17 September 2018, pukul 10.00 WIB, di ruang kerja sdr Misbkahun, anggota DPR RI.

Jumpa pers itu terkait Ruben PS Marey yang konon menjadi korban pemblokiran rekening akibat kebijakan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan tidak pernah membuat kesepakatan dengan RSCC untuk memfasilitasi undangan jumpa pers di ruang kerjanya, pada Senin (17/9).

Bahkan, Misbakhun sama sekali tidak tahu subtansi masalah kasus pembekuan rekening yang disebutkan milik Ruben PS Marey dan kawan-kawan sebagaimana tertulis dalam undangan RSCC.

Hoax. Foto: Pixabay
Hoax. Foto: Pixabay

"Saya tidak pernah tahu. Mendengar pun tidak, karena sebagai anggota DPR RI juga tidak pernah menerima pengaduan terkait persoalan tersebut," ujarnya pula.

Untuk itu, Misbakhun meminta wartawan yang menerima undangan itu agar mengabaikannya karena hoaks. "Tidak ada agenda penggunaan ruang kerja saya di Gedung DPR RI untuk kepentingan jumpa pers tentang masalah itu," tandas dia. (*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me
Bagikan