Grammy Award 2019

Michelle Obama Curi Perhatian di Pembukaan Grammy Award 2019

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 11 Februari 2019
Michelle Obama Curi Perhatian di Pembukaan Grammy Award 2019

Michele Obama tampil di pembukaan Grammy Award 2019. (foto: billboard.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MALAM terbesar industri musik baru saja dimulai. Grammy Award 2019 digelar di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat, Minggu (10/2) waktu AS.

Tahun ini, penyanyi Alicia Keys dipercaya sebagai host. Dengan jumpsuit hijau cerah, syal penutup kepala pelangi, dan senyum lebar, Keys membuka panggung dengan sukses.

Pembukaan itu bahkan jadi lebih meriah ketika ia mengundang empat perempuan untuk bersamanya membuka ajang Grammy. "Aku akan melakukan ini bersama kawan-kawan perempuanku," ujarnya.

Benar saja, Lady Gaga, Jada Pinket Smith, Jennifer Lopez, dan Michelle Obama muncul di panggung. "Orang-orang selalu memandangku aneh. Mengatakan bahwa suaraku aneh. Namun, musik membawaku kepada kalian semua," ujar Gaga membuka penampilan mereka.

michelle obama
Michelle Obama membuat penonton Grammy 2019 riuh. (foto: mashable.com)

Bukan menyanyi, keempat perempuan yang sukses di bidang masing-masing itu memberikan pembukaan, menyatakan kesan betapa musik telah mewarnai hidup mereka. "Dari Motown sampai era lagu Who Runs the World, musik selalu mewarnai kehidupan kita," ujar mantan ibu negara Michelle Obama.

Terang saja, penampilan Obama disambut tepuk tangan meriah penonton yang hadir. Bisa dikatakan, Obama sukses mencuri perhatian di pembukaan Grammy kali ini.

shawn mendes
Shawn Mendes sukses membuka Grammy 2019 bersama Miley Cyrus. (Foto: Instagram @shawnmendes)

Gelaran ke-61 Grammy kemudian dilanjutkan penampilan perdana Shawn Mendes yang membawakan In My Blood. Di tengah-tengah lagu, Miley Cyrus ikut bergabung di panggung untuk sebuah kolaborasi yang apik.

Tahun ini, Mendes bersaing di dua kateori, song of the year untuk lagu In My Blood dan pop vocal album untuk album self-titled miliknya yang dirilis Mei lalu.(dwi)

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan