MerahPutih.com - Masa depan Lionel Messi di Barcelona masih menjadi tanda tanya meskipun sang pemain mau menyetujui untuk menandatangani perpanjangan kontrak empat tahun baru di bulan Juni lalu.
La Pulga dilaporkan marah terhadap kebijakan transfer Barca yang melepas Neymar ke Paris Saint Germain (PSG) dengan mahar 220 juta euro, dan mengeluarkan banyak uang untuk mendaratkan Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund serta gagal mendapatkan Philippe Coutinho.
Menurut laporan media Spanyol Diario Gol, kapten timnas Argentina itu masih berpikir apakah tetap bertahan atau hengkang dari Camp Nou. Selain itu, Messi ingin Joan Laporta kembali memimpin Blaugrana setelah dirinya muak dengan kepemimpinan Josep Bartomeu.
Messi menyalahkan Bartomeu atas performa buruk klub asal Catalan tersebut, khususnya kepergian Neymar. Meskipun Barcelona dianggap sebagai tim yang yang lebih besar dari PSG, Neymar gagal diyakinkan untuk tinggal di Barca setidaknya selama satu musim lagi.
Diario Gol juga menyebut bahwa bertahannya Messi di Barcelona ada ditangan Laporta. Pesepakbola 30 tahun itu menilai bahwa Laporta merupakan presiden terbaik Barca mengingat ia pertama kali bermain saat era Pep Guardiola.
Guardiola memenangi tiga gelar La Liga dalam empat tahun - serta treble di musim 2008/2009. Guardiola berhasil menjerat pemain-pemain nomor wahid seperti Gerard Pique, Zlatan Ibrahimovic dan David Villa. Sementara, Ernesto Valverde dan Luis Enrique harus puas dengan pemain yang kurang oke ketika didatangkan.
Kembalinya Laporta akan menjadi kunci, bertahan atau hengkangnya Messi dari Camp Nou.