Menyesap Seduhan Specialty Tea dari Ahlinya

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 31 Oktober 2018
Menyesap Seduhan Specialty Tea dari Ahlinya

Pencinta teh wajib datang ke acara yang digelar AISTea. (foto: pixabay/pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JANGAN ngaku pencinta teh kalau belum mencoba specialty tea asli Indonesia. Kabar baiknya, kini kamu bisa menikmati seduhan teh berkualitas tersebut langsung dari ahlinya.

Lewat rangkaian acara yang dihelat Association of Indonesia Specialty Tea (AISTea) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 21 November 2018, kamu yang cinta mati sama teh akan diajak untuk menikmati langsung specialty tea Nusantara.

Specialty tea adalah teh berkualitas dengan karakter yang khas dari berbagai perkebunan di Indonesia. Dalam ajang yang digelar AISTea itu, kamu diajak untuk mengenali dan membedakan kualitas specialty tea. Dalam acara yang dibuka untuk umum ini, kamu bisa mencoba berbagai seduhan teh yang diolah dengan teknik penyeduhan yang berbeda-beda.

Akan ada 16 macam specialty tea yang disajikan dalam segmen Indonesia Specialty Tea Testing. Menurut Humas dan Promosi AISTea Ratna Somantri, teh-teh itu berasal dari berbagai perkebunan teh di Tanah Air, seperti dari Solok Selatan, Sumatra Barat, perkebunan teh di Bengkulu, perkebunan di Ciwidey, Garut, Cianjur, dan Sukabumi, Jawa Barat, dari Banten, dan perkebunan teh di Bali.

“Specialty tea yang disajikan di antaranya berupa white tea, teh kuning, organic oolong tea, golden needle black tea, bali emerald tea, dan imperial black tea yang menjadi pemenang pada International Gourmet Tea Competition, Teas of the World, Agency for the Valorization of Agricultural Products di Prancis pada 2018 dan 3 stars fine tea di Japan Tea Festival 2018,” kata Ratna.

woman-tea
Indonesia punya 16 macam specialty tea yang diakui dunia. (foto: Pixabay/free-photos)


Selain itu, ada juga teh light rolled oolong dari perkebunan teh Harendong di Banten. Teh tersebut mendapat penghargaan Gold Medal pada Global Tea Championship North America pada 2015 dan Silver Medal pada 2018.

Selain mencicipi seduhan specialty tea secara gratis, kamu juga bisa mendapatkan informasi tentang produk-produk specialty tea dari berbagai perkebunan tersebut.

Pada hari yang sama, kamu juga bisa mengikuti acara bincang-bincang dengan tajuk Disruptive Innovation in Tea Business. Tiga pembicara dari kalangan industri specialty tea Indonesia akan berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka, yakni Direktur PT Mitra Kerinci/Perkebunan The Liki Yosdian Adi Pramono, Direktur Riset Lewis & Carroll Tea Bambang Laresolo, dan Co-Founder Smoking Barrels Crafted Coffee & Tea Tania Pranata.

“Topik yang dibahas di antaranya berbagai inovasi untuk menciptakan peluang bisnis baru dan membuat bisnis teh bisa berkembang dan menguntungkan,” kata Ratna, yang juga Founder Indonesia Tea Institute dan nantinya akan jadi moderator dalam talkshow tersebut.

asia-tea
Dalam rangkaian acara yang digelar AISTea, kamu bisa mencicip specialty tea Tanah Air. (foto: pixabay/rawpixel)

Pada 22 November 2018, kamu bisa melihat demo membuat berbagai kreasi minuman dengan bahan dasar teh grade premium dari 2Tang. Dengan membagi berbagai resep dan teknik pembuatan yang ditampilkan dalam demo itu, diharapkan, semakin banyak orang yang mengenal dan menghargai specialty tea hasil perkebunan di Tanah Air. Jadi pastikan kamu datang ya.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan