Menurunkan Berat Badan dengan Meja Berdiri, Efektifkah?

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 22 Maret 2019
Menurunkan Berat Badan dengan Meja Berdiri, Efektifkah?

Bekerja dengan meja berdiri belum tentu efektif menjaga berat badan. (foto: pixabay/stocksnap)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TERLALU lama bekerja duduk di depan komputer jadi salah satu biang keladi naiknya berat badan. Kondisi statis selama bekerja membuat banyak orang malas. Atau pada beberapa orang, duduk terlalu lama membuat badan kaku.

Sebagai solusi untuk isu itu, diciptakanlah meja berdiri. Dengan meja tersebut, alih-alih bekerja sambil duduk, pekerja malah berdiri. Namun, apa benar meja berdiri efektif menjaga berat badan ideal?

Sebuah studi dalam jurnal Applied Ergonomics membantah pendapat itu. Seperti dilansir Medical News Today, peneliti mengamati 53 studi yang berfokus pada manfaat meja kerja yang dirancang untuk digunakan sambil berdiri. "Dengan latar belakang saya di bidang pencegahan cedera dalam bidang kerja, saya ingin mengumpulkan apa yang selama ini orang tahu mengenai manfaat meja berdiri di tempat kerja," kata April Chambers, asisten profesor bioengineering di University of Pittsburgh, Pennsylvania, seperti dilansir Antara.

student
Bekerja dengan meja berdiri hanya membuat pekerja lebih berkurang dalam hal duduk santai. (foto: pixabay/startupstockphotos)

Dari 53 studi yang didalami, ada 47 studi berbasis eksperimen dan rata-rata melibatkan 6-231 orang partisipan yang diamati selama setahun. Chambers memeriksa efek meja kerja berdiri melalui enam parameter, yakni perilaku, misalnya waktu duduk dan berdiri, fisiologis, psikologis, performa kerja, postur, dan rasa tak nyaman.

Asisten profesor terapi okupansi di Tufts University, Medford, MA, Nancy A Baker, yang juga terlibat dalam penelitian, mengatakan dampak terkuat penggunaan meja berdiri ialah pada perubahan perilaku dan rasa tak nyaman.

Mereka yang bekerja dengan meja berdiri punya lebih sedikit waktu untuk duduk bersantai ketimbang yang memakain meja konvensional. Untuk efek fisiologis, peneliti melaporkan bahwa meja kerja berdiri tidak berdampak signifikan bagi penderita obesitas.

"Ada berbagai manfaat kesehatan menggunakan meja kerja berdiri, misalnya berkurangnya tekanan darah dan nyeri tulang belakang bagian bawah. Namun, tidak ada pembakaran kalori yang cukup untuk menurunkan berat badan," kata Chambers.

Secara spesifik, penelitian lanjutan di tempat kerja diperlukan untuk mengetahui efek dan hal lain yang terkait. Termasuk mengenai variasi penggunaan barang secara tepat di tempat kerja.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan