Menumbuhkan Kecintaan Alam lewat Pergelaran Seni

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 04 November 2018
Menumbuhkan Kecintaan Alam lewat Pergelaran Seni

Gelaran Gong Laut ajak generasi muda peduli lingkungan lewat pergelaran seni. (foto: istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADA banyak cara menumbuhkan kecintaan seseorang kepada alam. Salah satunya lewat aksi menyenangkan yang dirangkai dalam pergelaran seni. Seperti yang dilakukan Yayasan Manik Bumi. Yayasan yang baru saja meresmikan kantor terbaru mereka di Singaraja, Bali, ini menggelar pertunjukan seni kolaborasi yang seru.

Tak hanya itu, dalam acara yang digelar Sabtu dan Minggu, (3/11-4/11) ini, diadakan juga aksi bersih pantai bersama para seniman. Di sore hari, para seniman dari 11 negara akan menampilkan karya kolaborasi mereka.

Sepekan sebelum acara dihelat, para seniman itu berkumpul dan mengeksplorasi gagasan untuk membuat karya kolaboratif dalam agenda Gong Laut International Forum. Pertunjukan seni karya seniman dari Amerika Serikat, Eropa, Afrika, Asia termasuk Indonesia, dan Bali digelar Sabtu (3/11) sore, bertepatan dengan sunset di Pantai Indah, Singaraja, Bali.

Sejumlah seniman ternama Bali terlibat dalam kolaborasi tersebut, yakni Ayu Laksmi, Cok Sawitri, Made Bayak, dan Jun Bintang.

Yayasan manik Bumi adalah lembaga masyarakat yang independen yang berdiri sejak 2013. Selama ini yayasan ini aktif dalam prioritas kerja pengelolaan sampah. Itulah mengapa dalam gelaran kali ini, pihak penyelenggara menyampaikan pesan cinta terhadap lingkungan. "Selain peresmian kantor, kami ingin menyampaikan pesan agar semua orang lebih bijak dalam mengelola sampah," ujar Founder Yayasan Manik Bumi Julie Wirahmini Biesterfeld, saat dihubungi Merahputih.com, Minggu (4/11).

Pergelaran seni mengajak pengunjung untuk peduli sampah. (foto: istimewa)

Sebagai bentuk pembiasaan, penggunjung yang hadir diajak dalam aksi bersih-bersih pantai juga membawa sendiri gelas untuk diisi ulang minuman di tempat acara.

Selain ada panggung seni, digelar juga pameran berbagai karya seni, baik lukisan maupun instalasi dari seniman Afrika Selatan dan Indonesia. Di area luar kantor yang terletak di kawasan Batiksegara, Singaraja, Bali, itu digelar juga pasar kuliner dengan konsep 'pasar senggol'. "Suasananya bakal asyik," imbuhnya.

Pada Minggu (4/11), acara pergelaran seni digelar pukul 18.00 Wita. Sejumlah seniman dari luar Bali dan Bali akan tampil. "Akan ada Teater Creamer Box Bandung, sanggar tari tradisi dan Bondres Sunari bajra, band Buleleng Rastafara Cetamol, dan Nosstress," ujar Julie.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan