MerahPutih.com - Menpora Imam Nahrawi menuntut para atlet sepatu roda Indonesia bisa meraih prestasi di level internasional saat membuka Kejuaraan Indonesia Rollersport Series 1 di International Skating Rink Arena Tambun, Kabupaten Bekasi.
“Acara ini luar biasa. Bapak-ibu yang mengantar anaknya ke tempat ini, saya sangat kagum. Ini sirkuit terbaik di Indonesia dan sangat keren. Bapak-ibu ada yang datang dari Surabaya, Semarang, Kalimantan Timur, Jambi, Medan, dan kabupaten/kota lainnya,” kata Imam, saat membuka acara di Bekasi.
“Saya hanya ingin memastikan, bahwa sepatu roda di Indonesia harus berkembang, terus menjadi pilihan bagi anak dan masyarakat untuk berolahraga, hidup sehat, bergembira dan pada saatnya membanggakan Indonesia dan keluarga,” imbuh menteri asal Bangkalan Madura itu.
Menurut Menpora, pemerintah terus memperhatikan para atlet. Secara kuantitas, jumlah atlet Indonesia sangat banyak. Untuk itu, berharap para atlet terus berlatih untuk bisa terus meraih prestasi.
“Pemerintah terus memberi perhatian kepada para atlet. Jumlah atlet kita sangat luar biasa dan perlu didorong lagi untuk prestasi ke level internasional,” tegas Imam.
Di sisi lain, Menpora juga memuji para atlet atas perjuangan mereka di arena sepatu roda, meski jatuh bangun tetapi selalu mampu kembali bangkit berdiri. Para orangtua di balik atlet sepatu roda juga tak luput dari pujian.
“Saya sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada para orang tua atas perjuangannya mengantar anaknya untuk berolahraga. Mereka menjadi sehat jasmani dan rohani. Mereka bisa atur waktu dengan baik saat berlatih. Mereka pasti punya mental yang kuat, jatuh bangun tetap terus berlatih karena mereka ingin menjadi pemenang,” puji Imam.
“Jangan pernah berkecil hati. Kalau anak-anak ikut kejuaraan apapun, jangan pernah berkecil hati menghadapi siapapun. Di Asian Games 2018, Indonesia berhasil memperoleh 31 medali emas. Ini luar biasa, mereka tak pernah menyerah, mereka bangkit untuk berjuang. Selamat bertanding. Kalian lah juara di hati saya karena kalian tidak pernah menyerah,” tandas orang nomor satu di Kemenpora itu. (*)

