Menkeu Minta Optimalkan Barang Milik Negara
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) didampingi Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kanan) dii kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
MerahPutih.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Kementerian Lembaga untuk mendorong optimalisasi Barang Milik Negara (BMN) agar tidak 'menganggur' dan bisa memberikan nilai tambah.
"Saya minta kepada seluruh pengelola BMN untuk terus memanfaatkan barang milik negara yang masih idle, tidak tergunakan atau tidak termanfaatkan," kata Sri Mulyani dalam acara refleksi dan apresiasi pengelolaan BMN pada Kementerian Lembaga di Jakarta, Kamis (2/11).
Sri Mulyani mengatakan, BMN yang selama ini tidak digunakan dengan baik akan memberikan kerugian riil maupun materil, karena barang tersebut tidak mempunyai nilai lebih untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kalau idle, maka dia memberikan kerugian banyak, yakni kerugian pemeliharaan setiap tahun, kemudian kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan BMN bagi kegiatan ekonomi dan memajukan kesejahteraan rakyat," katanya.
Padahal, kata Sri, pemanfaatan BMN secara optimal juga dapat berguna untuk menambah penerimaan negara bagi sektor penerimaan negara bukan pajak, asalkan penggunaannya dilakukan sesuai tata kelola.
Saat ini, menurut Sri, masih banyak Kementerian Lembaga yang beranggapan tidak penting menggunakan BMN, asalkan aset tersebut telah tercatat dalam pembukuan, sehingga mengurangi makna atas pemanfaatan BMN.
"Mohon untuk seluruh KL jangan berpikir egonya, karena ini mengurangi makna kita atas pengelolaan BMN secara optimal," katanya.
Untuk itu, ia meminta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara untuk memperbaiki proses bisnis Kementerian Lembaga agar tidak ada lagi BMN yang 'menganggur' dan tidak bermanfaat bagi kepentingan umum.
"DJKN harus memperbaiki agar BMN bisa menghasilkan penerimaan langsung melalui PNBP, apakah disewakan, digunakan, guna pakai, dan lainnya. Ini program prioritas DJKN untuk memonitor inventarisasi dengan baik," katanya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mencatat jumlah nilai BMN yang dibiayai melalui APBN hingga 31 Desember 2016 telah mencapai Rp 2.188 triliun atau sekitar 40,1 persen dari keseluruhan total aset negara sebesar Rp 5.456 triliun.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata mengatakan dari sekitar 408.000 unit BMN yang direvaluasi pada 2017, sebanyak 1.000 aset tersebut tidak berfungsi secara optimal atau menganggur.
"Target revaluasi 408.000 unit, sampai sekarang prosesnya sudah 75 persen, dari 75 persen itu yang kami identifikasi idle ada 1.000-an. Nilainya belum tahu," katanya.
Isa memastikan, proses revaluasi aset dan penilaian terhadap BMN terus berjalan, meski tantangan untuk tertib fisik adalah keharusan penilai untuk mendatangi lokasi aset, termasuk apabila aset tersebut berada di daerah terpencil. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Purbaya Terima 63 Laporan Hambatan Usaha, Janji Lakukan Perbaikan
Menkeu Purbaya Ancam Pecat Semua Pejabat Bea dan Cukai kecuali Dirjen, biar Kerjanya Lebih Serius
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Hapus Dana Desa, Diganti dengan Subsidi Listrik dan Sembako
Sri Mulyani Masuk Dewan Pengurus Gates Foundation, ini Tugas dan Perannya
IHSG Tembus 9.000 Saat Bursa Asia Kejang-Kejang, Purbaya Sebut Investor Mulai 'Jatuh Cinta' Lagi ke Indonesia
PKB Dukung Menteri Purbaya Terapkan Bea Keluar Ekspor Batu Bara
[HOAKS atau FAKTA] : Menkeu Purbaya Kasih Pinjaman Cepat Rp 500 Juta, Segera Cair Tanpa Jaminan
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Kesal Rapat DPR Bahas Bencana Alam Sudah Habiskan Anggaran Rp 20 Miliar
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Sidak ke Bandara IMIP Morowali Temukan 3,5 Kilogram Emas Tengah Tertimbun
Menkeu Purbaya Ultimatum Bea Cukai, Dirjen Djaka: Kami Akan Lebih Baik