Mengenal Sosok AKBP Rony Penyelamat Anak Pelaku Bom Mapolrestabes Surabaya, Si Pendiam yang "Berbahaya"

Thomas KukuhThomas Kukuh - Senin, 14 Mei 2018
Mengenal Sosok AKBP Rony Penyelamat Anak Pelaku Bom Mapolrestabes Surabaya, Si Pendiam yang

AKBP Rony Faisal yang mengevakuasi anak terduga teroris. (Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SOSOK Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Rony Faisal menjadi perhatian publik. Hal itu lantaran aksi heroiknya menolong bocah perempuan yang diduga anak dari pelaku bom bunuh diri di pintu masuk Polrestabes Surabaya, Senin (14/5). Ya, bocah 6 tahun itu tersebut dibonceng di atas motor pelaku yang meledakkan diri.

Saat bom meledak, si bocah terpental dan terhuyung-huyung. Dengan mengesampingkan rasa takut, Rony langsung mengambil dan menggendong anak tersebut menjauh dari pusat ledakan. Aksi tersebut mendapat banyak pujian.

"Saya tidak memikirkan ledakan. Ini naluri sebagai seorang ayah. Saya ingin anak itu selamat. Entah anak pelaku atau bukan, dia harus selamat." ujar AKBP Rony, saat dikonfirmasi MerahPutih.com.

AKBP Rony
AKBP Rony Faisal yang mengevakuasi anak terduga teroris. (Ist)

Meski dikenal sebagai sosok yang pendiam, namun ia tak mengenal kata takut dalam berbagai tragedi. Maklum sejak lulus dari taruna, mulai dari pangkat Ipda hingga Kompol, ia telah melalang buana di berbagai daerah konflik mengatasi aksi terorisme seperti di Poso, Aceh dan sebagainya.

Bahkan, lulusan akpol tahun 2000, ini pernah menjadi tim gegana mako Kelapa Dua, Depok Jawa Barat. "Bukan warga Surabaya kalau bukan bonek. Saya ini asli Surabaya. Saya juga bonek." kelakarnya singkat.

AKBP Rony yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Sabhara Polresta Malang. Kini dia tinggal di daerah Kenjeran, daerah pinggiran yang berbatasan dengan selat Madura.

mapolrestabes
Kepanikan polisi di Mapolrestabes Surabaya. Foto: MP/Budi Lentera

Kendati demikian, ayah yang sudah dikaruniai tiga anak ini dikenal sosok pendiam dan kalem, tidak seperti warga warga di sekitar nelayan yang identik dengan suara lantang.

"Beliau memang kalem. Tidak banyak kata. Tapi diamnya itu juga bahaya, selalu berpikir yang susah ditebak." singkat anggotanya yang enggan disebutkan namanya.

AKBP Rony mengaku lega setelah berhasil menyelamatkan anak berusia enam tahun itu. Tapi, lagi lagi AKBP Rony mengaku tak terpikirkan bom meledak. "Sungguh sedikitpun saya tidak memikirkan bom meledak. Bahkan, sekarang saya juga terpikirkan. Pikiran saya, bahwa anak itu harus selamat dari ledakan." ujarnya.

Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Bagikan