Mengenal Satgas Intelijen Kopkamtib Yang Berubah Jadi BAIS TNI
TNI (Foto: Sekretariat Kabinet)
MerahPutih.com - Badan Intelijen Strategis (BAIS) merupakan salah satu susunan organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI), dengan tugas Utama melakukan kegiatan dan operasi intelijen strategis.
Selain itu, melakukan pembinaan kekuatan dan kemampuan intelijen strategis dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.
Lembaga ini menyuplai analisis-analisis intelijen dan strategis kepada Panglima TNI dan Kementerian Pertahanan.
Analisis intelijen yang disampaikan bersifat aktual maupun perkiraan ke depan atau jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
Baca juga:
TNI Kirim Pasukan Defile Unjuk Kekuatan Saat Peringatan India Republic Day
BAIS TNI bertugas dalam menangani intelijen kemiliteran dan berada di bawah komando Maskas Besar (Mabes) TNI.
BAIS TNI dipimpin oleh Kepala Bais TNI (Kabais TNI) berpangkat jenderal bintang tiga yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI.
Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dikoordinasikan oleh Kasum TNI.
Teranyar, posisi Kepala BAIS tengah diemban oleh Letjen Yudi Abrimantyo.
Kabais TNI dibantu oleh Wakil Kabais TNI (Waka Bais TNI) yang berpangkat jenderal bintang dua.
Selain itu ada, 7 orang Direktur Bais TNI, dan 3 orang Komandan Satuan disingkat Dansat, Atase Pertahanan, serta Penasihat Mailer Perwakilan Tetap Republik Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pembentukan BAIS, berawal ketika Kementerian Pertahanan di era Orde Baru mendirikan Pusat Intelijen Strategis (Pusintelstrat) yang dipimpin oleh Ketua G-I Hankam Brigjen LB Moerdani.
Jabatan tersebut terus dipegang sampai Jenderal LB Moerdani menjadi Panglima ABRI.
Pada era ini, intelijen militer memiliki badan intelijen operasional yang bernama Satgas Intelijen Kopkamtib.
Bersamaan dengan reorganisasi ABRI pada 1986, Sintel Hankam ABRI, Sintel Kopkamtib, Danpusintelstrat disatukan menjadi Badan Intelijen Strategis (BAIS).
Status satuan ini juga dinaikkan menjadi salah satu Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) dari Panglima TNI. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA] : TNI Kini Bisa Audit Penggunaan Dana Desa karena Sering Digunakan Kades untuk Memperkaya Diri
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
Berprestasi di SEA Games 2025, Atlet dari Unsur TNI Mendapat Kenaikan Pangkat, Rizki Juniansyah Jadi Kapten
Kehadiran Prajurit TNI di Sidang Nadiem Makarim Tuai Sorotan, Ini Klarifikasinya
BNPB Jamin Semua Anggota TNI yang Ikut Penanganan Bencana Sumatra Dapat Uang Lelah dan Makan Rp 165 Ribu per Hari
Panglima TNI Perintahkan Tangkap Provokator Pengibaran Bendera GAM
TNI Bangun 32 Jembatan Darurat di Sumatera, Pesan 100 Jembatan Bailey dari Luar Negeri
Begini Kerja Cepat TNI Bangun Puluhan Jembatan Wilayah Terdampak Bencana di Sumatra
Panglima TNI Sebut 37.910 Personel Dikerahkan untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
TNI Tambah 15 Batalyon Percepat Pemulihan Sumatera, Ini Fokus Kerjanya