MAIN gim bukan lagi monopoli orang dewasa. Anak-anak kini juga bisa bermain gim dengan leluasa. Namun, hal itu bukan berarti tanpa efek negatif.
Membiarkan anak bermain gim sepanjang waktu tanpa pengawasan orangtua bukanlah tindakan yang bijak. Orangtua wajib mengawasi dan membatasi waktu bermain gim bagi anak-anak.
Dalam hal mengawasi, ornagtua bisa memanfaatkan fitur parental control yang tersedia di konsol gim, seperti PlayStation, Nintendo, atau PC.
1. Berkenalan dengan ESRB
Sistem rating ESRB biasanya paling banyak didapat di toko gim sekitar kamu. ESRB atau dikenal dengan Entertainment Software Rating Board adalah suatu organisasi untuk pemberian rating gim.
ESRB dibagi ke enam kategori yang akan diatur agar permainan dapat dikontrol dengan baik. Dari EC (early childhood), E (everyone), E10+ (everyone 10+), T (teen), M (mature), dan AO (adults only). Beberapa gim sengaja dikategorikan agar dapat dimainkan dengan baik oleh audience.
2. Memahami Rating System dalam Gim
Beberapa gim yang memiliki rating system biasanya dilihat dari segi fisik. Kamu bisa melihatnya dari cover gim tersebut. Di bagian depan gim akan terdapat stamp yang menunjukkan rating game tersebut. Jika membeli game melalui digital copy, kamu bisa melihat rating di dalam deskripsi gim tersebut.
Biasanya portal untuk membeli gim secara digital memberikan verifikasi. Gamer wajib memberikan tangal, bulan, dan tahun lahir. Hal itu agar sistem portal game tersebut dapat menyortir game yang bisa mereka beli.
3. IGRS Game Rating System di Indonesia
Tidak hanya diluar negeri, Indonesia juga memiliki rating system untuk gim. Namanya IGRS. IGRS ini dibentuk sebagai rating system dari Indonesia yang didukung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Asosiasi Game Indonesia (AGI).
IGRS ini mempunyai tujuan yang sama dengan ESRB atau PEGI, yaitu menyediakan laman untuk mengedukasi gamer untuk memilih gim mana yang cocok dan sesuai dengan umur mereka.
Dengan rating system ini, orangtua bisa memilihkan gim yang tepat dan aman buat anak.(riq)