Hari Raya Paskah

Mengenal 2 Gereja Besar di Ibu Kota

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 04 April 2021
Mengenal 2 Gereja Besar di Ibu Kota

Mengenal dua gereja besar di Kota Jakarta Pusat. (foto Instagram@kristoforuswawin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KOTA Jakarta bagai wadah melebur berbagai suku, agama, dan ras. Keberagaman itu menjadi keindahan sendiri bagi Ibu Kota. Tempat ibadah lima agama hadir di kota ini. Setiap tempat punya kisah dan perjalanan yang menarik untuk diketahui.

Di Hari Raya Paskah, umat Kristen Ibu Kota umumnya melakukan rangkaian pekan suci di dua gereja besar, yakni Gereja Katedral dan GPIB Geraja Immanuel.

Gereja Katedral

gereja katedral
Gereja Katedral dengan arsitektur neo-gotik Eropa. (foto: Instagram@alivikry)

Gereja Katedral Jakarta Pusat atau bernama resmi Gereja Santa Maria Diangkat Ke Surga diresmikan pada 1901. Gereja megah ini dibangun dengan desain bangunan arsitektur neo-gotik Eropa. Desain bangunan gereja ini sangat lazim digunakan untuk membangun gereja beberapa abad yang lalu.


Terletetak gereja ini di Jl Katedral No 7B, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Gereja Katedral dirancang Pastor Antonius Dijkmans. Peresmian peletakan batu pertama gereja ini dilakukan Pro-vikaris, Carolus Wenneker. Saat proses pembangunan, Dijkmans tidak bisa melanjutkan karena alasan tertentu. Pembangunan gereja ini kemudian dilanjutkan Cuypers-Hulswit hingga diresmikan dan diberkati pada 21 April 1901 oleh Mgr Edmundus Sybradus Luypen, SJ, Vikaris Apostolik Jakarta.

Bangunan Katedral sekarang sesungguhnya bukanlah gedung gereja yang asli. Katedral yang asli diresmikan pada Februari 1810, tapi gedung gereja itu terbakar bersama 180 rumah penduduk di sekitarnya pada 27 Juli 1826. Pada 31 Mei 1890, gereja itu bahkan roboh.

Sejak 1993, bangunan Gereja Katedral dinaikkan statusnya menjadi bangunan cagar budaya yang dilindungi pemerintah. Ciri khas arsitektur Eropa dengan gaya neo-gotik Gereja Katedral merupakan hasil karya arsitek bernama Ir MJ Hulswit.

Gereja ini dilengkapi daun pintu yang menjulang tinggi dan banyak jendela. Jendela-jendela tersebut dihiasi lukisan yang menceritakan peristiwa jalan salib yang pernah dialami Yesus Kristus.

Tepat di bawah lukisan tersebut, di bagian kanan dan kiri gereja terdapat bilik-bilik yang digunakan sebagai tempat untuk pengakuan dosa. Sementara itu, di bagian depan terdapat altar suci pemberian dari Komisaris Jenderal Du Bus de Gisignies. Meski sudah berumur tua, meja altar tersebut masih digunakan sebagai altar utama dalam berbagai misa.

Selain gedung ibadah umat Kristen, ternyata Gereja Katedral memiliki sebuah museum Katedral yang terletak di ruang balkon Katedral. Museum itu diresmikan pada 28 April 1991 oleh Mgr Julius Darmaatmadja.

GPIB Gereja Immanuel

GPIB immanuel
GPIB Immanuel Jakarta. (foto: Instagram@aliakbarberkabar)

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) terletak di Jalan Medan Merdeka Timur nomor 10, RT 1/RW 2, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat. Gereja Immanuel saat ini sudah menjadi bagian dari Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) yang menganut sistem presbiterian sinodal.

Sama seperti Gereja Katedral, bangunan GPIB Immanuel juga berstatus sebagai cagar budaya Indonesia.

Gereja Immanuel dipimpin oleh seorang Ketua Majelis Jemaat dan dibantu oleh anggota Pelaksana Majelis Harian Jemaat (PHMJ). Awalnya, Gereja Immanuel merupakan gereja yang dibangun atas dasar kesepakatan antara umat Reformasi dan umat Lutheran di Batavia. Pembangunan gereja ini dimulai pada 1834 dari hasil rancangan JH Horst.

Peletakan batu pertama gereja ini dilakukan pada 24 Agustus 1835, kemudian tepat empat tahun setelahnya, pada 24 Agustus 1839, pembangunan gedung telah selesai.

Gereja diresmikan menjadi sebuah gereja untuk menghormati Raja Willem I periode 1813-1840. Pencantuman nama Willemskerk di gedung gereja juga termasuk penghormatan kepada sang raja.

Gereja Immanuel memiliki desain bangunan khas bergaya klasisisme, berbentuk bundar di atas fondasi setinggi kurang lebih 3 meter. Lokasi yang strategis dengan bagian depan menghadap Stasiun Gambir membuat pengunjung tidak terlalu susah mencari lokasi gereja. Di bagian atas gereja terlihat serambi berbentuk persegi empat dengan pilar-pilar yang menopang.

Kedua gereja besar di Jakarta Pusat ini juga menjadi destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi untuk menambah wawasan. Gereja Katedral bisa kamu datangi setiap hari pukul 06.00-12.00 WIB, kunjungan kemudian dibuka lagi pukul 15.30-21.00 WIB.

Sementara itu, untuk Geraja Immanuel hanya tutup pada Senin. Selain hari itu, Gereja buka dari pukul 08.00 WIB-17.00 WIB. Khusus untuk Minggu, gereja dibuka pukul 06.00-20.00 WIB.(rzk)

#Wisata #Hari Raya Paskah
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Ancol kini menggelar promo tiket masuk seharga Rp 35 ribu. Nantinya, pengunjung mendapatkan voucher makan senilai Rp 20 ribu.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Indonesia
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Larangan pergerakan kapal pada malam hari di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Indonesia
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Indonesia
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Indonesia
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Perjalanan dengan kereta api kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Foto Essay
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Suasana warga piknik bersama keluarga menikmati matahari terbenam di Pantai Pattaya, Chonburi, Thailand, Sabtu (20/12/2025).
Didik Setiawan - Sabtu, 27 Desember 2025
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Indonesia
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Untuk itu, ia mendesak Pemprov DKI agar lebih masif dalam menyebarkan informasi pembukaan ini melalui berbagai kanal resmi pemerintah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Indonesia
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Kebocoran tersebut merupakan masalah besar ketiga yang dihadapi museum yang paling banyak dikunjungi di dunia tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Desember 2025
  Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Indonesia
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Ketiadaan standar harga yang jelas sering kali dimanfaatkan untuk mematok tarif semaunya sehingga wisatawan kapok liburan di Banten
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Fun
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Survei SiteMinder 2026 mencatat 59% wisatawan RI menginginkan layanan hotel berbasis AI untuk pengalaman menginap lebih efisien.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Bagikan