Mengejar Nada Hilang: Pertunjukan Teater Musik Singkat BATDD x Supple

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 18 November 2025
Mengejar Nada Hilang: Pertunjukan Teater Musik Singkat BATDD x Supple

BATDD perdana kolaborasi dengan Supple. (foto: dok/BATDD)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Di sebuah sudut Jakarta Selatan, pada Sabtu malam (15/11), sekelompok jiwa penasaran memenuhi ruang EH! Mendadak, Jakarta Selatan. Tertarik oleh atmosfer dopamin yang ditawarkan acara bertajuk ‘Pokshui’, kolaborasi dua kolektif kreatif - Feng Shui Collective dan Pokta Collective.

Beberapa orang tersebut datang bukan sekadar menonton musik, melainkan untuk menyaksikan sebuah pertunjukan yang menyatu antara bunyi, cerita, dan simbol.

Pada malam itu, dua unit musik dengan karakter berbeda, Supple dan BATDD (Bimbingan Anak Tersiap di Dunia), bersatu dalam panggung kolaboratif yang jarang terjadi.

Supple, yang dikenal sebagai unit alternatif rock dengan eksplorasi tekstur bunyi bernuansa kasar dan rapuh sekaligus, tampak kontras dengan BATDD — unit pop barok yang lebih lembut, bernuansa harpsichord dengan harmoni vokal yang terstruktur.

Tetapi malam itu, perbedaan justru menjadi ruang untuk saling melengkapi, terutama ketika teatrikal singkat menyambut lagu-lagu mereka dengan cara yang tak terduga.

Baca juga:

BATDD Luncurkan EP Perdana Penuh Imajinasi Lewat 'Tamasya Dibuka'

Narasi Awal - Kota Telinga: Sebuah Kisah Dari Bawah Tanah

Selepas membawakan repertoar Anjing yang Damai, Bersin Gajah, dan Tamasya Dibuka secara apik, kolaborasi pun dimulai menjelang akhir penampilan BATDD.

Ketika mereka membawakan lagu Mendingan Jangan, suasana panggung tiba-tiba berubah. Layar dengan visual abstrak menunjukkan garis-garis merah yang menjalar menyerupai saraf.

Lampu meredup, lalu muncul satu per satu personel Supple yang sebelumnya berada di balik bayang-bayang. Mereka berbaur tanpa paksaan, menyatukan nada dan narasi dalam sebuah performa teatrikal yang singkat namun memikat.

Sebuah narasi terdengar menggema, "Ada sebuah kota bernama Bintaro Bawah Tanah, atau yang lebih dikenal sebagai Kota Telinga. Di kota ini, semua ingatan manusia tentang suara disimpan, mulai dari suara yang paling lembut hingga yang paling bising."

Narasi tersebut mengalir seperti dongeng klasik, namun diselimuti misi kontemporer. Kota Telinga dilindungi oleh perisai benang merah, simbol dari keterikatan dan rangkaian kenangan.

Di sisi lain, di negeri jauh bernama Tanggeria, suku Buah dan suku Hewan sedang gelisah. Mereka kehilangan ingatan akan nada-nada lagu mereka — satu metafora yang relevan dalam kehidupan modern ketika banyak hal terdengar, tetapi sedikit yang benar-benar didengarkan.

BATDD dan Supple kemudian ‘memerankan’ perjalanan Bapak Loket Berkumis, tokoh rekaan yang memimpin kawanannya menuju Bintaro Bawah Tanah untuk mengambil kembali nada-nada yang hilang.

Simbol telinga menjadi elemen visual yang paling kuat. Digantung di sisi panggung, telinga raksasa dari kain bergerak seakan mengingatkan bahwa pendengaran adalah salah satu indera yang paling rentan diabaikan.

BATDD x Supple
BATDD menghampiri Kota Telinga. (foto: dok/BATDD)

Baca juga:

Supple Hadirkan Single 'Terbelah Dua', Potret Dilema dan Konflik Batin yang Manusiawi

Narasi Pertengahan: Teater, Rock, Barok — Semua Berpadu

Puncak pertunjukan terjadi ketika Supple membawakan lagu terbaru mereka, Terbelah Dua. Lagu itu terasa seperti perpanjangan narasi, tentang memori yang terbelah dan identitas yang terpecah.

Penonton mulai bergerak mengikuti ritme, menyaksikan bagaimana dua dunia bunyi, dua genre berbeda, saling tabrakan dan menjadi satu tanpa merusak bentuk masing-masing. Sebuah kolaborasi yang terasa organik, oleh dua unit yang sebelumnya belum pernah menggandeng tangan di atas panggung.

Kerumunan penonton tampak menikmati pertunjukan itu dalam diam yang fokus. Mereka tidak hanya mendengar — mereka menonton, meresapi, dan barangkali, mengingat.

Suara, sebagai memori, bukan hanya apa yang terdengar. Ia adalah apa yang menjembatani pengalaman kita dengan dunia.

Dan malam itu, dua kelompok musik mengingatkan kita bahwa mendengar adalah sebuah aksi—aksi merawat kenangan agar tak dirampas oleh 'pencuri suara', si makhluk simbolis yang menjadi antagonis dalam cerita singkat mereka.

Baca juga:

Lakon 'Tanggeria': BATDD x Dongker Satukan Musik, Teater, dan Imajinasi

Pesan Penutup: Kolaborasi Pertama dan Mungkin, Tidak Terakhir

Bagi Supple dan BATDD, kolaborasi teatrikal ini adalah yang pertama. Namun jika dilihat dari reaksi penonton yang terpikat, kemungkinan besar bukan yang terakhir.

Di akhir pertunjukan, simbol telinga itu masih menggantung — bukan sebagai hiasan, melainkan sebagai janji. Bahwa di tengah bisingnya dunia, selalu ada ruang untuk mendengar dengan penuh perhatian. Bahwa musik bukan sekadar soal bunyi — tetapi juga cerita dan kebersamaan.

Di luar panggung, suasana menjadi hangat, beberapa penonton masih membahas narasi singkat itu. Ada yang menyebutnya “aneh tapi memikat,” ada yang bertanya-tanya apakah benar ada kota bernama Bintaro Bawah Tanah.

Di situlah sukses teater musik ini: ia membuka ruang bawah tanah baru dalam imajinasi, tempat di mana suara bisa menjadi cerita, dan kolaborasi lintas genre menjadi sebuah perayaan.

Sebuah pertunjukan tak harus megah, jika ia berhasil menginspirasi. Dan malam itu, suara-suara yang hampir hilang akhirnya kembali dibuat terdengar. (far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Calvin Harris Gelar Tur Headline Pertama di Australia pada Februari 2027
Calvin Harris akan menggelar tur headline pertamanya di Australia pada Februari 2027 dengan menyambangi Perth, Brisbane, Sydney, dan Melbourne.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 54 menit lalu
Calvin Harris Gelar Tur Headline Pertama di Australia pada Februari 2027
ShowBiz
'Stand by me' Jadi Single Kolaborasi Dhira Bongs dan WITHDOM, Ada Sentuhan Pop 90-an
Dhira Bongs berkolaborasi dengan grup vokal asal Kyoto, Jepang, WITHDOM, lewat single 'Stand by me' yang memadukan R&B, UK garage, dan pop 90-an.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 55 menit lalu
'Stand by me' Jadi Single Kolaborasi Dhira Bongs dan WITHDOM, Ada Sentuhan Pop 90-an
ShowBiz
Rosé Rilis Single Baru 'new trick', Video Musiknya Dibuat Pakai iPhone 18 Pro
Rosé BLACKPINK merilis 'new trick' pada 18 September 2026. Lagu ini bercerita tentang bangkit setelah patah hati dan menemukan kekuatan baru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Rosé Rilis Single Baru 'new trick', Video Musiknya Dibuat Pakai iPhone 18 Pro
ShowBiz
Madonna akan Kembali ke VMAs Setelah 23 Tahun, Aksi 2003 Kembali Jadi Sorotan
Madonna kembali ke panggung VMAs setelah 23 tahun dan akan menjadi penampil pembuka VMAs 2026 di Los Angeles pada 27 September.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Madonna akan Kembali ke VMAs Setelah 23 Tahun, Aksi 2003 Kembali Jadi Sorotan
ShowBiz
Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan Rp 17,7 Miliar untuk Bantu Rakyat Palestina
Macklemore berencana mendonasikan 1 juta dolar AS atau sekitar Rp 17,7 miliar kepada enam organisasi yang membantu rakyat Palestina.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan Rp 17,7 Miliar untuk Bantu Rakyat Palestina
ShowBiz
Film Dokumenter 'Linkin Park: Unshatter' Tayang 30 September, Rekam Perjalanan Band setelah Chester Bennington
Linkin Park: Unshatter merekam perjalanan band setelah tujuh tahun jeda pascakepergian Chester Bennington dan hadirnya dua anggota baru.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Film Dokumenter 'Linkin Park: Unshatter' Tayang 30 September, Rekam Perjalanan Band setelah Chester Bennington
ShowBiz
ZZUF Kembali dengan Album Penuh Kedua, Hadirkan 15 Lagu dan 3 Kolaborasi
ZZUF kembali lewat album penuh kedua yang berisi 15 lagu. Album ini menghadirkan kolaborasi dengan softtrauma, Deathro, dan After Hours.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
ZZUF Kembali dengan Album Penuh Kedua, Hadirkan 15 Lagu dan 3 Kolaborasi
ShowBiz
Zeke and The Popo Siapkan Sesi Dengar 'Crazy Life' di 9 Kota Jelang Rilis Album Kedua
Zeke and The Popo menyiapkan sesi dengar Crazy Life di 9 kota jelang perilisan album kedua pada 7 Oktober 2026 melalui Black Morse Records.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Zeke and The Popo Siapkan Sesi Dengar 'Crazy Life' di 9 Kota Jelang Rilis Album Kedua
ShowBiz
Single 'Without You' Jadi Cara Polaris Menghadapi Duka Kehilangan, Simak Liriknya
Polaris kembali setelah tiga tahun tanpa musik baru lewat “Without You”, single yang lahir dari duka atas meninggalnya gitaris Ryan Siew pada 2023.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Single 'Without You' Jadi Cara Polaris Menghadapi Duka Kehilangan, Simak Liriknya
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Bagikan