MerahPutih.com - Pelatih Dewa United Banten FC, Jan Olde Riekerink turut mengapresiasi sikap yang ditunjukan pemain PSBS Biak. Meski sudah tim sudah dipastikan terdegradasi ke kasta kedua liga Indonesia, Championship, para pemain PSBS Biak tetap menunjukkan upaya terbaik.
Hal ini dalam laga kandang mereka pada pekan 32 Super League 2025/2026 saat menjadmu Dewa United Banten FC di Stadion Sultan Agung Bantul, Jumat (8/5) malam. Dalam pertandingan, Banten Warriors menang dengan skor meyakinkan 5-0.
Alex Martins Ferreira mencetak quat-trick dalam laga, masing-masing menit 4, 56pen, 90+2, 90+5, sementara satu gol lain dibuat Taisei Marukawa menit 51.
“Sebelum saya memulai, saya ingin menyampaikan rasa hormat saya kepada para pemain Biak. Menurut saya, mereka berada dalam posisi yang sangat tidak nyaman. Namun pada akhirnya, pertandingan berjalan dengan fair,” ujarnya.
Pelatih asal Belanda tersebut juga menilai PSBS Biak tetap mampu memberikan ancaman, khususnya melalui skema transisi permainan pada babak pertama. Meski demikian, ia mengapresiasi sikap sportif yang tetap dijaga sepanjang pertandingan.
Baca juga:
“Saya rasa pada babak pertama mereka juga tampil baik dalam transisi permainan. Beberapa kali mereka mampu menciptakan ancaman berbahaya di area pertahanan kami. Tetapi bagaimanapun, permainan harus tetap berjalan sportif, meskipun sedang frustrasi atau marah. Dan menurut saya, mereka melakukannya dengan sangat baik. Itu menjadi pujian besar bagi mereka karena pertandingan tidak dipenuhi kartu kuning, kartu merah, atau hal-hal lainnya. Jadi dari sisi sportivitas, sekali lagi saya ingin menyampaikan bahwa para pemain Biak tampil sangat baik,” lanjutnya.
Pelatih berusia 62 tahun juga menyoroti keberhasilan timnya menjalankan strategi yang telah dipersiapkan sebelum pertandingan dimulai. Tekanan tinggi sejak menit awal menjadi salah satu kunci dominasi Dewa United sepanjang laga.
“Untuk jalannya pertandingan, saya rasa setiap laga kami selalu menyiapkan rencana yang berbeda. Kami sudah mengetahui bagaimana cara mereka bermain. Pertama-tama, kami menerapkan tekanan tinggi dan menurut saya pada babak pertama hal itu berjalan dengan baik,” katanya.
“Kami langsung melakukan pressing sejak menit awal. Hanya beberapa kali Biak mampu keluar melalui transisi dan menciptakan peluang berbahaya. Saya rasa kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol karena peluang yang kami miliki cukup banyak,” sambungnya.
Dominasi Dewa United pada babak kedua pun menjadi perhatian khusus sang pelatih setelah timnya kembali mencetak gol cepat dan terus menjaga intensitas permainan hingga akhir laga.
“Menurut saya, kami seharusnya bisa menambah dua gol lagi. Kemudian pada babak kedua, kami kembali mencetak gol cepat seperti yang terjadi di babak pertama. Setelah itu kami mendominasi pertandingan dan kembali menciptakan tiga gol tambahan,” tutupnya. (*)