Melirik Kembali Kesaktian Pelana Kuda Pangeran Diponegoro

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Minggu, 08 Februari 2015
Melirik Kembali Kesaktian Pelana Kuda Pangeran Diponegoro

Pengunjung melihat karya yang dipamerkan dalam pameran Aku Diponegoro : Sang Pangeran dalam Ingatan, dari Raden Saleh hingga Kini di Galeri Nasional (Foto: Antarafoto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Pelana kuda Pangeran Diponegoro merupakan salah satu artefak yang sudah dikembalikan pemerintah Belanda kepada pemerintah Indonesia. Artefak ini kemudian kembali dipamerkan pada pameran bertajuk "Aku Diponegoro: Sang Pangeran dalam Ingatan Bangsa" di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta pada 5 Februari sampai 8 Maret 2015.

Sebagai bangsawan dan pejuang kemerdekaan melawan kolonial Belanda, Diponegoro adalah penunggang kuda yang cukup mahir. Dia memiliki istal di kediamannya sebelum perang Telgarejo terjadi. Instalnya memerlukan tak kurang dari 60 pemerihara kuda dan pemotong rumput untuk memelihara kuda Sang Pangeran.

Hal tersebut tergambar dalam katolog lukisan pameran 'Aku Diponegoro'. Dikisahkan, beberapa ekor kuda tunggangannya, seperti Kiai Gentayu, seekor kuda hitam dengan kaki putih, dianggap pusaka hidup. Kemahiran menunggang kuda Sang Pangeran memungkikannya berkelit dari kejaran personel pejajah Belanda, namun pada 11 November 1829, di ulang tahunnya ke-44, nasib baik Sang Pangeran habis.

BACA JUGA: Ternyata Penyebar Poster Wajah Pangeran Diponegoro adalah Para Seniman

Oleh penjajah, Pengeran Diponogoro disergap di sebuah pegunungan Gowong oleh Mayor A.V. Michiel dan Pasukan Gerakan Cepat ke-11 yang terdiri dari pasukan Ternate, sebuah kolompok yang terkenal dengan kemampuan lacaknya. Untuk menghindari sergapan dari pasukan Ternate, Sang Pangeran terpaksa melompat dari kudanya ke lembah terdekat, di mana ia bersembunyi di bawah gelagah kuda, tombak pusaka, dan seluruh jubahnya pun ikut dirampas.

Pelana kuda termasuk barang yang dirampas Belanda usai Pangeran Diponegoro disergap di Pegunungan Gowong oleh AV Michiels dan Pasukan Gerak Cepat ke-11 dari Ternate yang terkenal dengan kemampuan lacaknya, 11 November 1829. Dikisahkan dari katalog pameran 'Aku Diponegoro', sang pangeran terpaksa lompat dari kudanya ke lembah terdekat di bawah gelagah, kuda, tombak dan jubahnya dirampas.

BACA JUGA: Pangeran Diponegoro Bukan Sekedar Pejuang Kemerdekaan

Tombak dan pelana kuda yang menjadi rampasan tersebut kemudian dikirimkan kepda raja Belanda, Willem I pada 1813-1840, sebagai rampasan perang. Namun seiring perkembangan waktu dan zaman, benda-benda pusaka sang Pangeran tersebut akhirnya dikembalikan kepada pemerintah Indonesia oleh Raja Juliana (pemegang tahta kekuasaan pada 1948-1980) dibawah ketentuan kesepakatan budaya Belanda-Indonesia pada tahun 1968.

Konon, pelana kuda ini dapat memancarkan semangat juang Pangeran Diponogoro. Kini, pelana kuda yang dibuat pengrajin asal Yogyakarta ini menjadi koleksi Museum Nasional. Ukuran artefak ini adalah 70x50 cm. (hur)

#Dulu Dan Kini #Pameran #Pahlawan Kemerdekaan #Pangeran Diponegoro
Bagikan
Ditulis Oleh

Adinda Nurrizki

Berita Terkait

Fun
ArtMoments Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema ‘Offerings’ dan Hadirkan Lebih dari 70 Peserta
ArtMoments Jakarta 2026 resmi digelar di Agora Ballroom dengan tema “Offerings”. Ajang seni kontemporer ini menghadirkan lebih dari 70 peserta dari berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Juni 2026
ArtMoments Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema ‘Offerings’ dan Hadirkan Lebih dari 70 Peserta
Indonesia
Kawasan GBK Diprediksi Padat Akhir Pekan 6-7 Juni 2026, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalin dan Puluhan Kantong Parkir
Dishub DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas dan 10 kantong parkir di kawasan GBK pada 6-7 Juni 2026. Puluhan ribu pengunjung diperkirakan memadati GBK.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
Kawasan GBK Diprediksi Padat Akhir Pekan 6-7 Juni 2026, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalin dan Puluhan Kantong Parkir
Indonesia
PEVS 2026 Bakal Hadirkan Tren Kendaraan Listrik Udara dan Air Masa Depan, Targetkan Solusi Ekosistem Transportasi Bersih
Integrasi program B2B membuka lebar peluang kolaborasi investasi dan ekspansi bisnis antarpelaku industri global
Angga Yudha Pratama - Jumat, 22 Mei 2026
PEVS 2026 Bakal Hadirkan Tren Kendaraan Listrik Udara dan Air Masa Depan, Targetkan Solusi Ekosistem Transportasi Bersih
Fun
Museum MACAN Buka Pameran Olafur Eliasson, Ajak Pengunjung Rayakan Rasa Ingin Tahu
Museum MACAN menghadirkan pameran Olafur Eliasson: Your curious journey, menampilkan karya imersif dan eksplorasi seni selama 30 tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Desember 2025
Museum MACAN Buka Pameran Olafur Eliasson, Ajak Pengunjung Rayakan Rasa Ingin Tahu
Lifestyle
Lewat 'Be Open Minded', JBL Rayakan Keterbukaan dan Inovasi dalam Musik
JBL Indonesia menggelar kampanye Be Open Minded. JBL ingin mengajak masyarakat untuk lebih terbuka dalam menikmati musik.
Soffi Amira - Rabu, 12 November 2025
Lewat 'Be Open Minded', JBL Rayakan Keterbukaan dan Inovasi dalam Musik
Fun
Dari Jakarta ke Bali, Indonesia Watercolor Summit Hadirkan Pameran dan Pertukaran Budaya
Indonesia Watercolor Summit hadir di dua kota sekaligus: Jakarta dan Bali.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 November 2025
Dari Jakarta ke Bali, Indonesia Watercolor Summit Hadirkan Pameran dan Pertukaran Budaya
Fun
Dari Manga ke Dunia Nyata, ‘Rumah Misteri: Junji Ito’ Hadirkan Teror Mencekam di Jakarta
Rumah Misteri: Junji Ito hadir meriahkan Halloween 2025 di Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Oktober 2025
Dari Manga ke Dunia Nyata, ‘Rumah Misteri: Junji Ito’ Hadirkan Teror Mencekam di Jakarta
Indonesia
Bukukan Transaksi Rp 161 M, Pangan Nusa Expo 2025 Cetak Rekor Tertinggi dalam 19 Tahun
Pangan Nusa Expo 2025 juga menarik antusiasme tinggi dari masyarakat.
Wisnu Cipto - Senin, 20 Oktober 2025
Bukukan Transaksi Rp 161 M, Pangan Nusa Expo 2025 Cetak Rekor Tertinggi dalam 19 Tahun
Fun
JICAF 2025: Pameran Ilustrasi Terbesar di Indonesia Hadirkan Pengalaman Seni 'New Heights'
JICAF 2025 berlangsung 18 September - 5 Oktober 2025 di The Space, Senayan City, Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 23 September 2025
JICAF 2025: Pameran Ilustrasi Terbesar di Indonesia Hadirkan Pengalaman Seni 'New Heights'
Indonesia
IMOS 2025 Siap jadi Tempat Bertemunya Teknologi dan Seni, Hadirkan Motor Tercanggih dan Kompetisi Modifikasi Paling Kreatif
IMOS 2025 juga menjadi saksi lahirnya karya-karya terbaik melalui kompetisi modifikasi sepeda motor
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 September 2025
IMOS 2025 Siap jadi Tempat Bertemunya Teknologi dan Seni, Hadirkan Motor Tercanggih dan Kompetisi Modifikasi Paling Kreatif
Bagikan