MerahPutih.com - Italia secara mengejutkan gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut. Hal itu hampir menjadi hal yang biasa bagi negara sepak bola yang dulunya membanggakan ini.
Azzurri kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina di babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2026. Sebelumnya, mereka juga tersingkir di babak yang sama oleh Swedia menjelang Piala Dunia 2018 dan Makedonia Utara pada 2022.
Sebuah editorial halaman depan di Gazzetta dello Sport menyebut tersingkirnya Italia sebagai "Kiamat ketiga." Laporan itu menuliskan, bahwa tidak ada lagi perasaan terkejut atau bencana yang tak terduga. Kemudian, hal itu menjadi terasa biasa.
Baca juga:
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Gennaro Gattuso Merasa Sakit Italia Gagal Lolos ke Amerika
Sepak Bola Italia Alami Krisis Besar, Timnas Makin Terabaikan
Masalah dalam sepak bola Italia meluas hingga ke tim nasional. Klub Italia terakhir yang memenangkan Liga Champions adalah Inter Milan pada 2010. Sementara di kompetisi kontinental musim ini, keempat klub Italia tersingkir sebelum perempat final.
"Sepertinya kita belum siap untuk pertandingan besar. Kita belum siap ketika itu penting. Ketika Anda perlu memberikan yang terbaik, ketika Anda berada di bawah tekanan," kata seorang warga Italia, Salvatore Corso.
Beberapa klub Italia juga menolak memindahkan jadwal pertandingan untuk membantu timnas. Hal itu menjadi faktor timnas Italia seperti terabaikan.
Satu demi satu, pelatih Italia telah melobi tanpa hasil untuk lebih banyak menggelar kamp pelatihan di luar jeda internasional FIFA yang telah ditetapkan.
Baca juga:
Presiden FIFA Sebut Iran akan Ada di Piala Dunia, Tetap Main di AS
Sedangkan di bawah tekanan dari pemegang hak siar TV, Serie A secara konsisten menolak untuk memajukan jadwal pertandingan agar para pemain timnas memiliki lebih banyak waktu istirahat sebelum pertandingan.
Hal itu dibuktikan ketika pertandingan Fiorentina vs Inter Milan yang menampilkan beberapa pemain Azzurri, sebelum mengikuti kamp pelatihan untuk babak play-off Piala Dunia 2026.
Pelatih Timnas Italia Selalu Gagal dalam Beberapa Tahun Terakhir
Melihat kegagalan yang terus terjadi, para pelatih Italia yang dihormati tampaknya tidak menginginkan pekerjaan melatih skuad tersebut.
Roberto Mancini meninggalkan posisinya sebagai pelatih Azzurri sebelum Euro 2024 untuk mengambil alih timnas Arab Saudi.
Gian Piero Ventura, yang memimpin Italia saat kalah dari Swedia pada 2017, belum pernah melatih klub besar.
Ketika Luciano Spalletti dipecat setelah Italia kalah dalam pertandingan kualifikasi pembuka melawan Norwegia tahun lalu, Claudio Ranieri menolak tawaran untuk menggantikannya.
Baca juga:
Tiga Kali Beruntun! Italia Absen di Piala Dunia 2026 setelah Tumbang dari Bosnia
Kemudian, Gennaro Gattuso yang kurang berpengalaman dipekerjakan sebagai gantinya.
Presiden Federasi Sepak Bola Italia, Gabriele Gravina, masih mempertahankan jabatannya setelah tereliminasi dari kualifikasi Piala Dunia 2022.
"Minggu depan kita akan melakukan refleksi yang lebih mendalam tentang situasi ini," kata Gravina. (sof)