Matakin: Imlek Bukan untuk Pesta Pora, Apalagi Berhura-hura

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 05 Februari 2019
Matakin: Imlek Bukan untuk Pesta Pora, Apalagi Berhura-hura

Ketua Umum Matakin, Budi S Tanuwibowo (kanan) di Hotel Novotel, Mangga Dua Square, Jakarta Utara, Kamis (9/11) (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) mengajak umatnya untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2570 Kongzili (2019 Masehi) dengan kesederhanaan.

"Agar merayakan dengan kesederhanaan, karena hakikat Imlek bukan untuk pesta pora, apalagi berhura-hura, ini momentum refleksi diri, memperbanyak ibadah, lebih peduli terhadap sesama dan meningkatkan silaturahim antarsesama warga bangsa," kata Ketua Umum Matakin, Budi Santoso Tanuwibowo, Selasa (5/2).

Dia mengatakan kepedulian terhadap sesama itu selaras dengan tema Imlek tahun ini yaitu 'Penimbunan Kekayaan akan Menimbulkan Perpecahan di antara Rakyat, Tersebarnya Kekayaan akan Menyatukan Rakyat'.

Tahun Baru Imlek (Pixabay/PublicDomainPictures)

Menurut dia, sebagaimana dikutip Antara, penting bagi umat Khonghucu untuk selalu bisa berbagi seiring masih banyaknya orang miskin yang perlu dibantu. Orang beragama sudah seharusnya ikut membantu kesulitan orang lain.

Budi mengatakan pembangunan memang membawa pada kemajuan, tapi tetap saja akan ada ketimpangan yang terjadi, seperti munculnya orang miskin. Jika hal itu dibiarkan akan rawan terhadap segala sesuatu, seperti ketidakstabilan.

"Jurang antara kaya dan miskin masih tinggi, banyak yang masih di bawah garis kemiskinan, tentu kita tidak boleh menutup mata dan lebih melakukan upaya-upaya agar mereka yang ada di garis kemiskinan dapat terangkat," tutupnya. (*)

#Imlek 2019 #Matakin
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan