Masyarakat Rawan Bencana Gunung Agung Mengungsi

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 21 September 2017
Masyarakat Rawan Bencana Gunung Agung Mengungsi

Sejumlah warga mengungsi setelah terjadi aktivitas tinggi Gunung Agung, Bali. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masyarakat di wilayah zona berbahaya Gunung Agung sudah mengungsian ke wilayah Kecamatan Rendang menyusul gempa bumi pada Kamis (21/9) dini hari.

Menurut relawan pengungsian Wijaya mengatakan, gelombang pengungsian dari daerah rawan bencana sudah berbondong-bondong ke wilayah zona aman, seperti ke Desa Rendang, Menanga, Nongan, Pesaban, bahkan ada ke Kabupaten Klungkung.

"Arus pengungsian berbondong-bondong menyusul warga masyarakat merasakan terjadi gempa berturut-turut. Walau geteran gempa itu tidak keras, namun ada kekhawatiran warga terkena dampak bencana Gunung Agung memilih meninggalkan desanya," kata Wijaya di Bali.

Ia mengatakan, untuk warga yang mengungsi tersebut berasal dari Banjar Temukus, Desa Besakih. Ada juga dari Banjar Pejeng. Sedangkan pengungsi yang bergerak ke Desa Nongan dan sekitarnya menurut informasi berasal dari Banjar Sebudi.

"Kalau secara resmi imbauan dari pemerintah belum ada untuk pengungsian. Namun demikian, semua desa zona aman dari bencana sudah menyiapkan tempat untuk penampungan warga yang mengungsi," katanya.

Sementara itu, Bendesa (Ketua Adat) Pakraman Nongan I Gusti Ngurah Wiryanata mengatakan, sejak Gunung Agung ditetapkan level III (siaga) oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat desa untuk menyiapkan penampungan pengungsi.

"Kami selaku prajuru (pengurus) desa adat dan warga masyarakat secara sukarela sudah mempersiapkan fasilitas untuk menampung warga yang melakukan pengungsian terkait antisipasi Gunung Agung meletus," katanya.

Ia mengatakan, warga masyarakat Nongan secara sukarela sudah melakukan gerakan kemanusiaan dengan membersihkan tempat penampungan pengungsi, antara lain balai banjar maupun rumah-rumah penduduk yang siap menampung pengungsi tersebut.

"Pengurus banjar dan warga Nongan sudah bergotong-royong mempersiapkan sarana umum yang ada di desa kami, yakni balai banjar di pasang perlengkapan seperti karpet, tikar, penerangan listrik hingga kamar mandi serta dapur umum," katanya. (*)

Sumber: ANTARA

#Gunung Agung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Cuaca Panas, 75 Ha Hutan di Gunung Agung Bali Terbakar
Ada sebanyak 19 titik api kebakaran yang terdeteksi dalam dua hari terakhir.
Dwi Astarini - Jumat, 01 November 2024
Cuaca Panas, 75 Ha Hutan di Gunung Agung Bali Terbakar
Bagikan