Massa FPI Tuntut Kapolda Jabar Dicopot

Luhung SaptoLuhung Sapto - Senin, 16 Januari 2017
Massa FPI Tuntut Kapolda Jabar Dicopot

Unjuk rasa massa ormas Islam FPI mendesak Kapolda Jabar dicopot. (Foto Twitter TerorisSocmed)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) mendatangi Mabes Polri di jalan Trunojoyo No 3 Jakarta Selatan hari ini. Mereka mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar mencopot Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan yang menjadi pembina Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Aksi unjuk rasa tanggal 16 Januari 2017 atau disingkat aksi 161 ini akan diikuti elemen 5.000 FPI Se-Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten. Dalam pesan WhatsApp yang disebarkan kepada wartawan, unjuk rasa 161 akan menyampaikan dua tuntutan yakni pertama, menuntut Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mencopot Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan yang telah melakukan pembiaran yang mengakibatkan terjadinya insiden penyerangan dan penganiayaan terhadap massa ormas Islam FPI dan massa ormas LSM GMBI.

Kedua, menuntut Mabes Polri agar mencari dan menangkap aktor intelektual dan pelaku penyerangan dan penganiayaan terhadap massa ormas Islam FPI dan massa ormas LSM GMBI.

Sebelumnya, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab diperiksa terkait tuduhan penodaan lambang negara Pancasila di Mapolda Jawa Barat pada Kamis (12/1). Massa pendukung dan kontra dengan Rizieq bertahan di luar Mapolda Jabar. Saat itu suasana panas sudah terasa antara massa ormas Islam FPI dan massa ormas LSM GMBI.

Setelah Rizieq Shihab pulang ke Jakarta, massa ormas Islam FPI membubarkan diri. Namun, tak lama kemudian massa ormas Islam FPI dan massa ormas LSM GMBI terlibat saling pukul dan saling lempar.

Salah satu anggota FPI, Mulyawan mengaku mobil operasional FPI dilempari batu dan dipukul menggunakan balok kayu. Bahkan, ustaz Umar dari Laskar DPP FPI Pusat, yang sedang makan bersama istrinya di rumah makan di Bogor diserang segerombolan orang menggunakan balok hingga kepalanya berdarah.

Buntut serangan ini, diduga massa dari FPI Ciampea Bogor melancarkan serangan balasan dengan membakar markas GMBI di Kampung Tegalwaru, RT 05/03, Desa Ciampea, Kabupaten Bogor pada Jumat (13/1) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena bangunan sedang kosong saat itu. Polisi telah menahan 20 orang terkait insiden pembakaran kantor LSM GMBI ini untuk dimintai keterangan.

Keterangan Mulyawan itu dibantah Ketua Umum LSM GMBI M Fauzan Rahman dalam konferensi pers di Bandung, Sabtu (14/1). Fauzan menyatakan anggota GMBI tidak memulai melakukan pemukulan terhadap anggota FPI.

"Kami mengklarifikasi bahwa GMBI tidak pernah memulai pemukulan. Mereka memarkirkan mobil di sebelah kiri kami, tapi tidak ada satupun mobil mereka yang rusak. Sementara mobil kita yang diparkir di tempat mereka, rusak," ungkapnya.

Sebelumnya merahputih.com menurunkan artikel bantahan lengkap dari Ketua Umum GMBI. Baca di sini selengkapnya Ketum GMBI: GMBI Tidak Memulai Pemukulan Terhadap FPI

#Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia #Front Pembela Islam #Kapolda Jawa Barat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan