MerahPutih.com - Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo membuat keputusan yang mengejutkan. Setelah sekian lama selalu melontarkan kritikan pedas kepada Presiden Joko Widodo seolah berada di bagian opoisi, kini dia menyatakan dukungannya. Bahkan pria yang akrab disapa HT terang-terang menyatakan bahwa pihaknya mendukung Jokowi maju di Pilpres 2019.
Banyak yang menganggap bahwa perubahan sikan HT itu terkait dengan kasus SMS ancaman yang menjadikannya tersangka. Pengamat Politik Pangi Syarwi pun punya penilaian tersendiri atas berubahnya sikap Perindo tersebut.
Dia menilai bergabungnya Partai Perindo ke barisan pendukung Jokowi tak lepas dari kasus SMS ancaman yang menjerat HT sebagai tersangka. Menurutnya, terjadi deal-dealan politik sehingga HT melunak.
Padahal, sebelumnya HT merupakan salah satu tukang kritik pemerintahan Jokowi-JK. "Saya pikir ada hubungannya dengan kasusnya. Artinya dengan kasus itu HT melunak," terang Pangi kepada awak media, Rabu (2/8).
Nah, yang menarik diperhatikan adalah apa saja kritik pedas yang pernah dilontarkan HT untuk pemerintahan Jokowi? Berikut rangkumannya:
1. Mengkritik soal revolusi mental
Pada saat menggelar jumpa pers Refleksi Akhir Tahun Perindo di DPP Perindo, pada 24 Desember 2015 silam, HT mengkritik pedas soal program revolusi mental yang digaungkan pemerintahan Jokowi.
"Revolusi mental itu harus dimulai dari atas, yang atas mentalnya harus benar, para pimpinan harus secara pribadi baik integritasnya punya orientasi untuk mengabdi, jujur, tulus, berbuat untuk masyarakat," kata HT Saat itu
2. Penegakan hukum yang pandang bulu
Selain menyorot revolusi mental, HT juga lebih spesifik mengkritik tentang penegakan hukum di Indonesia. "Pimpinan juga harus punya kapasitas, secara kinerja dan prestasi ditambah penguatan hukum tidak pandang bulu. Yang salah ya salah," bebernya.
3. Kondisi ekonomi Indonesia belum membaik
Dalam kesempatan yang sama, HT mengatakan bahwa kondisi ekonomi selama 2015 belum mampu memberikan kesejahteraan untuk rakyatnya.
“Kondisi bangsa 2015 khususnya ekonomi jauh dari yang diharapkan. Jauh ekspetasi dan perkiraan jauh yang kita harapkan. Banyak sekali pengangguran, kemudian diwarnai juga pendapatan di Indonesia menurun," katanya dalam acara Refleksi Akhir Tahun di DPP Perindo, Kamis (24/12).
4. Tidak perhatian pada UMKM
Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo juga pernah melontarkan kritik kepada pemerintahan Jokowi yang belum maksimal memperhatikan UMKM. Kata dia, Indonesia saat ini belum bisa berkompetisi dengan negara lain.
Menurutnya dengan kondisi ekonomi yang tidak baik, Partai Perindo memberikan solusi yaitu dengan program UMKM. "Indonesia masalah yang paling pokok adalah kesenjangan, makanya kita fokuskan di program UMKM, 57 juta kalau mereka tidak terbantu maka kita susah berkembang," kata Hary.
5. Indonesia belum siap menghadapi MEA
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo pernah mengatakan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia belum siap menghadapi pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dimulai pada awal tahun 2016.
“Masyarakat kita belum siap menghadapi persaingan yang semakin terbuka dengan negara-negara tetangga," ujar HT pada 2015 silam.
HT itu menjelaskan, persaingan bukan hanya soal tenaga kerja saja, tapi juga industri barang dan jasa. Dia menilai perlu ada kajian ulang untuk membatasi MEA. “Jangan sampai membuat ekonomi masyarakat saat ini justru semakin terpuruk,” imbuhnya.
"Saya pikir pemerintah perlu mengkaji. Hal-hal yang menyangkut masyarakat yang belum siap ini supaya dinegosiasikan ulang. Jangan mereka diadu di pasar bebas, nanti malah mereka terpuruk," tambah dia.
6. Jokowi dianggap tidak tegas terkait demo besar-besaran Pilkada DKI 2017
Ya, HT pernah melemparkan kritik kepada Presiden Jokowi yang dinilainya tidak tegas bersikap dalam mengatasi kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Akibat kasus tersebut, Jakarta sempat menjadai sasaran demo besar-besaran beberapa kali.
Dalam kritiknya Hary mengatakan bahwa demonstrasi besar-besaran di Jakarta pada awal Desember kemarin tidak akan terjadi jika Jokowi bertindak tegas. “Kalau presiden Jokowi cepat merespon, kita tidak akan melihat demo besar-besaran,” kata HT Januari 2017 silam.
Nah, dalam perhelatan Pilkada DKI 2017 itu, HT pun mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.