Masih Bernutrisi, Sayuran Layu Jangan Dibuang

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 30 Oktober 2017
Masih Bernutrisi, Sayuran Layu Jangan Dibuang

ilustrasi. (foto: pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAYURAN punya sifat kesegaran yang sementara. Semakin lama dibiarkan, sayuran akan menjadi layu sampai busuk. Mungkin Anda sering kali harus membuang sayuran yang layu.

Ternyata sayuran yang layu masih aman untuk diolah kok. Kandungan nutrisinya juga masih ada. Jadi sebenarnya Anda tidak perlu buru-buru membuang sayuran yang sudah layu.

Selama sayuran belum membusuk, Anda masih bisa mengolahnya menjadi aneka hidangan. Dikutip dari Health, Rachel Beller, pendiri Beller Nutritional Institute di Los Angeles menjamin sayuran yang mulai layu tidak masalah untuk dikonsumsi. Meski kandungan nutrisi sayur yang layu tak sebagus saat masih segar, Anda tetap akan mendapat nutrisi saat mengonsumsinya.

Ahli nutrisi itu juga mengatakan semua sayuran yang sudah dicabut dari tempat penanaman mengalami pengurangan nutrisi. Sayuran akan mengandalkan sekitar 80%-90% air yang berada di dalamnya untuk tetap segar. Semakin lama sayuran dibiarkan, kadar air akan menurun sehingga menjadi layu. Menurutnya, setiap sayuran mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan sekalipun sudah tidak segar lagi.

Sebelum diolah, periksa seluruh bagian sayuran. Jika ada yang bolong atau benyek, buang bagian tersebut dan sisanya diolah sesuai dengan menu yang diinginkan.

Untuk mengolahnya, pastikan sayuran dicuci dahulu. Setelah itu, karena sayuran sudah mulai layu, Anda bisa merendam sayur dengan air es untuk mengembalikan kesegarannya selama 20 hingga 60 menit. Cara itu dinamakan sebagai osmosis, yaitu merehidrasi sel-sel yang mulai mengerut untuk kembali segar dalam batas waktu singkat. Setelah direndam, olah sayuran tersebut seperti biasa. Namun, kurangi durasi memasaknya karena sayuran sudah cukup layu dan akan semakin layu jika dimasak terlalu lama

Jadi mulai saat ini, jangan langsung buang sayuran yang mulai layu ya. Gunakan sayuran yang ada dengan baik agar tidak terbuang sia-sia.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan