MerahPutih.com - Di usia baru 11 tahun, pembalap gokart muda Indonesia Darren Arthur Gani sukses mencuri perhatian di level Asia.
Pada ajang IAME Asia Series Round 3 yang berlangsung 11–12 April 2026 di Bira Kart Circuit, Pattaya, Thailand, Darren sukses meraih posisi runner-up (P2) di kelas Cadet, bersaing dengan 35 pembalap terbaik Asia Pasifik.
Performa ini menegaskan progres signifikan Darren. Jika sebelumnya dia masih beradaptasi dengan tekanan kompetisi internasional, kini mulai menunjukkan konsistensi, ketenangan, dan kemampuan bersaing di barisan depan.
Baca juga:
Darren Arthur Gani Si Anak Dewa Harumkan Indonesia, Cetak Sejarah Podium di IAME Asia Pattaya
Konsistensi dan Mau Belajar
Perjalanan Darren di Thailand mencerminkan perkembangan yang terus menanjak. Darren memulai akhir pekan dengan hasil P5 di sesi kualifikasi, lalu meningkat dengan meraih P2 di dua heat race, hingga mengamankan posisi terdepan saat superheat.

Darren Arthur Gani raih Runner Up IAME Asia Seri 3 di Thailand. (Otomotif Zone)
Di final, Darren mampu mempertahankan performa dan finis di posisi kedua setelah pertarungan ketat melawan pembalap dari Malaysia dan Hong Kong. Bukti Darren tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi juga terus berkembang melalui proses belajar dan kerja keras
“Saya senang bisa sampai di posisi ini, tapi jujur masih banyak yang harus saya pelajari,” ujar Darren. “Di beberapa bagian saya masih bikin kesalahan, tapi dari situ saya jadi tahu harus improve di mana.”
Hasil di Thailand ini tidak hanya menjadi pencapaian, tetapi juga sinyal bahwa ke depan Darren bisa jadi pembalap harapan masa depan Indonesia. “Saya ingin terus belajar dan jadi lebih baik lagi di setiap balapan,” tutup Darren.
Baca juga:
Darren Arthur Gani Bawa Pulang Podium Internasional Perdana dari Rok Cup Asia
Fondasi Masa Depan Karier Balap Darren
Perwakilan tim, Keannon, menyoroti perkembangan karakter Darren itu sebagai fondasi penting untuk masa depan karier balapnya.
“Darren menunjukkan progres yang jelas dari satu sesi ke sesi berikutnya. Dia tidak takut mengakui kekurangannya, dan justru itu yang membuat dia punya potensi. Di usia yang masih 11 tahun, ini tidak mudah,” ungkapnya.
Baca juga:
Dilatih Keanon Santoso, Darren Gani Tunjukkan Taring di IAME Asia
Keannon menambahkan rasa ingin tahu Darren menjadi pembeda. Di bawah naungan DRM Racing Team, Darren menunjukkan kemampuan adaptasi yang semakin matang: membaca lintasan, menjaga pace, dan menghadapi tekanan kompetisi.
“Dia selalu bertanya ‘kenapa’ dan ‘bagaimana’. Itu yang membuat dia tidak hanya cepat, tapi juga terus berkembang dengan pemahaman yang lebih dalam.” tutup Keannon. (*)

