MerahPutih.com - Manajer Manchester United, Michael Carrick, mengaku tidak mengetahui apa pun mengenai masa depannya setelah timnya dihancurkan 0-3 oleh Bournemouth pada Minggu (25/10).
Hasil tersebut kini membuatnya berada di ambang pemecatan di Old Trafford usai serangkaian hasil buruk di Premier League 2026/27.
Setelah menelan kekalahan memalukan 4-1 dari Como di Liga Champions, MU kembali tampil sangat buruk saat kalah 3-0 dari tim asuhan Marco Rose.
Baca juga:
Manchester United Dibantai Bournemouth 0-3, Pengganti Michael Carrick Mulai Dipertimbangkan
Masa Depan Michael Carrick di Manchester United Makin Terancam
Carrick, yang mencadangkan Bruno Fernandes, sebenarnya sudah berada di bawah tekanan hebat menyusul hasil pertandingan di Italia tersebut.
Kini, setelah rentetan laga tanpa kemenangan Setan Merah bertambah menjadi sembilan pertandingan. Pria 45 tahun itu menyatakan, bahwa ia telah menerima kenyataan bahwa nasibnya bukan lagi berada di tangannya.
Saya sangat memahami situasinya. Sejujurnya, saya tidak mengharapkan apa pun secara khusus. Saya tetap menjalankan tugas seperti biasa, dan Anda tahu, saya mencintai tempat ini.
kata Carrick setelah pertandingan
"Saya akan selalu melakukan apa yang menurut saya terbaik bagi klub sepak bola ini, apa pun keputusan yang akhirnya diambil. Jadi, begitulah situasinya. Saya tidak berharap apa pun, ke arah mana pun hasilnya nanti," tambahnya.
Baca juga:
Real Madrid Kalahkan Barcelona 2-1, Jose Mourinho Belum Mau Berpuas Diri
Fans Manchester United Beri Tepuk Tangan untuk Michael Carrick
Meskipun ini menjadi kekalahan kelima dalam delapan pertandingan, Carrick tetap mendapatkan tepuk tangan dari para penggemar Manchester United, saat ia meninggalkan lapangan setelah peluit akhir dibunyikan.
Keluarga Glazer, Sir Jim Ratcliffe, dan para pemain, semuanya menuai kritik keras dari para pendukung selama babak kedua atau tepat setelah pertandingan berakhir.
Sebaliknya, Carrick justru mendapatkan apresiasi saat ia meninggalkan lapangan, dalam laga yang mungkin menjadi pertandingan terakhirnya sebagai pelatih.
Harus saya akui, perasaan saya benar-benar campur aduk.
jelas Carrick
"Sejujurnya, saya mungkin tidak menyangka akan mendapatkan respons seperti itu dari para suporter, tetapi selama ini saya selalu merasakan dukungan mereka dan selalu merasa memiliki ikatan dengan mereka," tutupnya. (sof)