MerahPutih Sport- Dalam sebuah wawancara dengan motogp.com pada Jumat lalu (28/11) mengenai kemenangan keduanya di ajang balap MotoGP, Marc Marquez mengakui makin banyak perhartian dari media di tahun 2014 dan mengakui bahwa menjadi sorotan utama di media bisa menjadi pengalaman yang agak canggung.
Namanya ditulis beberapa kali dalam buku rekor MotoGp pada 2014, diantaranya adalah menjadi juara dunia termuda dan peraih kemenangan terbanyak dalam satu musim, menjadikan Marquez sebagai pusat perhatian di sebagian besar konferensi pers dan media gathering. Setelah memenangkan empat gelar Kejuaraan Dunia dalam lima tahun terakhir, beberapa orang mungkin mengatakan pembalap Spanyol 21 tahun ini menjadi terbiasa dengan pujian, namun dirinya mengakui hal ini bisa menjadi tantangan yang sulit dihadapi.
"Aku ingat bagaimana semua pertanyaan kepada pengendara lain akan terus sama," kenang Marquez. "selalu akan ada pertanyaan seperti, 'Apa yang perlu anda lakukan untuk mengalahkan Marquez?' Dan 'Bagaimana anda bisa menghentikan Marquez?' terkadang aku merasa sedikit tidak nyaman tentang hal itu karena sebagai pebalap, aku tahu bagaimana rasanya ketika mereka menayakan mengenai saingan anda dan bukan tentang diri anda. Jika hanya satu atau dua pertanyaan tidak apa-apa, tetapi ketika mendapatkan pertanyaan yang sama sepanjang waktu, pertanyaan yang sama tentang saingan yang sama... saya sangat khawatir bahwa bahkan pembalap yang bergaul baik dengan saya akhirnya akan membenci saya!”
"ini agak aneh. Kenyataannya, semakin banyak koleksi kemenang, harusya menjadi keuntungan yang semakin besar. Jadi seharus tekanan semakin berkurang, karena setiap kali anda menang, anda menjadi memiliki lebih sedikit risiko sehingga pada kesempatan berikutnya dapat terdorong untuk menjadi juara. Sebaliknya, setiap kali saya memenangkan saya memiliki lebih banyak tekanan karena saya merasa setiap orang hanya menunggu saya untuk membuat kesalahan. Saya selalu merasa bahwa hari disaat saya gagal akan menjadi berita besar. Akhirnya, ketika saya finish pada urutan keempat di Brno, itu benar-benar seperti bantuan besar, karena saya bisa berkata pada diri saya, 'Oke, sekarang orang akan berhenti berbicara tentang apakah saya bisa memenangkan semua balapan... Mereka akan berpaling, sehingga segalanya akan kembali normal dan saya akan dapat lebih berkonsentrasi pada diri saya sendiri." Lanjut Marquez
Pada 2015, Marquez akan terus diramalkan sebagai pembalap pertama yang mampu memenangkan tiga gelar juara dunia pada kelas 'para raja' secara berturut-turut sejak terakhir kali dilakukan Valentino Rossi di pertengahan dekade lalu.