Mark Sungkar Apresiasi Future of Digital Farming Indonesia

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 13 September 2017
Mark Sungkar Apresiasi Future of Digital Farming Indonesia

Mark Sungkar menghadiri acara Future of Digital Farming. (Foto: mp/raden yusuf)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ACARA Future of Digital Farming merupakan sebuah ajang yang bertujuan menjadi wadah bagi para start-up, khususnya yang berkaitan dengan agroindustri untuk melebarkan sayap mereka di bidang bisnis, khususnya pertanian.

Beberapa narasumber kompeten yang berkecimpung di bidang digital farming hadir dalam acara itu. Mereka ialah Ivan Arie Sustiawan (CEO TaniHub dan TaniFund), Nayoko Wicaksono (Accelerator Director PlugNPlay Indonesia), dan Sunil Tolani (Ketua Bidang Agrotech Atsindo).

Acara itu pun berlangsung meriah, dengan antusiasme yang luar biasa dari para undangan.

Ternyata, di antara undangan, ada sosok yang tak asing lagi di mata publik, yaitu Mark Sungkar. Ayah dari artis cantik Shiren Sungkar itu merupakan seorang arsitek yang berkecimpung di bidang pertanian.

Mark Sungkar mengaku begitu mengapresiasi Future Of Digital Farming Indonesia, lantaran beliau menemukan jawaban yang telah bertahun-tahun dicari-cari.

"Acara ini menarik. Saya menemukan jawaban yang sudah bertahun-tahun saya cari. Acara ini meyakinkan petani dan insinyur pertanian dengan adanya teknologi yang digabungkan walaupun kita terlambat 20 tahun dari negara lainnya," ucap Mark Sungkar saat ditemui merahputih.com, Selasa (12/9) di Cyber 2 Tower, Kuningan, Jakarta Selatan.

Di acara yang dihadiri banyak start-up dan pengusaha di bidang agroindustri itu, Mark merasa sangat senang dan bersyukur. Hal itu disebabkan ia dapat belajar banyak juga semakin banyak orang bisa bersinergi dengan pertanian Indonesia.

Di lain hal, Mark meluapkan kekecewaannya pada sektor pertanian Indonesia saat ini. Bagi Mark, seharusnya petani tidak ada yang miskin.

"Aneh saja liat pertanian di Indonesia. Aneh jika petani Indonesia miskin, karena tak ada petani di dunia yang miskin, hanya di Indonesia," ujarya.(ryn)

Baca juga Ayo Mengenal Lebih Dekat Konsep Digital Farming

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan