TERDAPAT dua momen yang patut dirayakan bagi pecinta musik Tanah Air, yaitu kembali musisi Ananda Badudu dalam berkarya dan lahirnya sebuah mini album penuh sukacita bertajuk Angkat dan Rayakan yang rilis pada 22 Juli 2021.
“Meski judulnya mini, tapi perannya besar dalam perjalanan aku sebagai musikus. Angkat dan Rayakan mengakhiri masa vakum produksi album. Terakhir membuat album itu lima tahun lalu,” ucap Ananda Badudu dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih pada Rabu (11/8).
Baca juga:
Deretan Musisi Ternama Tanah Air Rilis Lagu 'Untuk Indonesia'
Mini album yang digarap selama lebih dari tiga tahun itu berisi enam lagu, dengan dua di antaranya sudah diperdengarkan lebih dahulu di gerai-gerai musik digital.
Ada benang merah dari seluruh lagu yang ada dalam Angkat dan Rayakan. Semuanya terikat pada satu tema, yang kemudian terbagi ke beberapa sudut pandang.
View this post on Instagram
“Pada intinya bicara tentang bagaimana kita bangkit dari situasi tidak baik. Menolak pasrah pada nasib, untuk kemudian merayakan kehidupan, kurang lebih kalau boleh dirangkum seperti itu,” lanjut eks personel Banda Neira tersebut.
Ananda mengaku, puas dengan hasil akhir mini album tersebut, terlebih setelah melihat proses pembuatannya yang cukup lama. Maklum, di tengah penggarapan mini album ini, Anada berpikir untuk mencoba beberapa instrumen lain agar memancing ide lainnya.
“Aku coba meninggalkan gitar akustik dalam proses penulisan lagu di album ini. Sudah bertahun-tahun bikin lagu awalnya selalu dari gitar akustik, aku penasaran kalau misalnya coba ke instrument lainnya, apakah ide itu akan keluar,” tambahnya.
Baca juga:
'This is Indonesia', Buah Kolaborasi Atta Halilintar, Aurel, dan Krisdayanti
Pada akhirnya, ia coba memberanikan diri dengan belajar instrumen piano sembari mengulik instrumen lainnya. Meninggalkan kebiasaannya bermain di ranah akustik.
“Di usia saat ini belajar instrumen dari nol, tengah jalan sempat berpikir apa keinginan ini terlalu muluk-muluk? Karena belajar piano ternyata lumayan susah juga,” ungkapnya sembari tertawa kecil.
View this post on Instagram
Dari kerja keras tersebut, lahirlah beberapa karya seperti Angkat dan Rayakan, Pada Nasib, Pada Arus dan Kita Berangkat Saja Dulu yang merupakan contoh lagu berawal dari instrumen piano dan instrumen virtual.
Album dengan total durasi 29 menit ini seluruhnya digarap di studio Gadgadasvara oleh Indra Perkasa selaku produser. Ananda juga mengajak Monita Tahalea untuk bernyanyi bersama di dua lagu yakni Apa Mimpimu dan Kita Berangkat Saja Dulu.
Sementara lagu Hiruplah Hidup melibatkan pianis Gardika Gigih. Lagu itu merupakan pengembangan lagu instrumental Gigih yang berjudul Sudah Dua Hari ini Mendung. Untuk proses produksi, Ananda didukung oleh kolaborasi label Sorge Records dan Palubada Production. (far)
Baca juga:
Raisa Rilis Video Musik ‘Love & Let Go’ Bersama Para Penggemar